Konten Media Partner

Neo Hipop, Gaya Berbusana Anak Muda di Masa Pandemi

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koleksi Neo Hipop, gaya berbusana anak muda di masa pandemi. Foto-foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi Neo Hipop, gaya berbusana anak muda di masa pandemi. Foto-foto: Masruroh/Basra

Masa pandemi COVID-19 berjalan hampir setahun di Indonesia. Pandemi membuat gaya hidup manusia berubah menyesuaikan keadaan. Kehidupan yang secara nyata menjadi terkurung, tetapi secara dunia maya menjadi luas tak berbatas.

Perubahan tersebut membuat para desainer berkarya dengan cara berbeda pula, baik dalam karyanya itu sendiri maupun dalam pencarian ide dan pengaplikasiannya.

Untuk menarik perhatian fashionista di masa pandemi, desainer Embran Nawawi mencoba membuat pendekatan dengan gaya hidup baru dari generasi muda, yang memasukkan unsur musik, bahkan cara anak muda bergaya.

"Rap, Hip-Hop, R&B, tampil dengan gaya SWAG (style With A bit Gangsta) atau dalam bahasa kerennya cool. Semua pencinta fesyen mengacu pada gaya hidup social media dan aplikasi yang ada dalam genggamannya," jelas Embran kepada Basra, Kamis (17/2).

Dikatakan Embran, semua pencinta fesyen ingin terlihat keren dan muda dalam gaya berbusananya, yang mengacu pada gaya street styling ala TikTok yang memang cukup booming di masa pandemi. Seperti sebuah kerinduan mereka selama pandemi ini untuk berlibur, bergaul, dan berkreativitas seperti sebelumnya.

TikTok di masa pandemi telah membuat semua orang menjelma menjadi selebritas, semua menjadi dancer, semua menjadi singer dan semua mengidolakan apa saja.

“Apapun yang terjadi saat ini, suka atau tidak suka adalah sebuah kenyataan gaya hidup normal baru, maka keluarlah tema busana saya bertajuk Neo Hipop,” begitu tegas Embran.

Diakui Embran, gaya berbusana dan selera berbusana era COVID-19 ini sedikit ada perubahan pada bentuknya. Setidaknya semua mengacu pada kenyamanan, keamanan, dan keakuan.

Kenyamanan, karena aktivitas tidak lagi banyak dilakukan di kerumunan atau di public area. Dengan kata lain banyak di rumah dan tampil secara daring. Jadi perlu busana yang keren tetapi nyaman.

Keamanan, sesuatu yang menjadi syarat baru bahwa busana harus dapat melindungi diri dari COVID-19 dan penyakit lainnya.

"Sedangkan 'Keakuan' adalah bagaimana seseorang merasa itulah gaya dirinya yang memiliki identitas baik dari bentuk, warna, atau hal-hal yang menjadi ‘aku’-nya," jelas Embran.

Kali ini Embran menampilkan gaya-gaya jaket yang mengimplemetasikan ketiga hal tersebut yakni, kenyamanan, keamanan, dan keakuan. Dengan memasukan tekstil modern dan tradisional, serta menggunakan teknik patchwork atau potongan dan tempelan material hingga menjadi jaket bergaya SWAG.

Diakui Embran, perpaduan tiga jenis material sebagai implementasi street art untuk jaket tersebut tanpa meninggalkan batik sebagai salah satu materialnya. Batik Pamekasan yang colorful sangat cocok untuk mendapingi tren warna Illuminate Yellow dan Ultimate Gray tersebut.

Bahan Velvet dengan warna kuning dan abu memberi efek kilau yang stylist untuk mendampingi batiknya. Bahan kanvas dengan motif geomatrik berkesan futuristik.

"Maka tampilah jaket bergaya Hip-Hop plus pop ala TikTok di era New Normal untuk Spring 2021 Neo Hipop," simpulnya.