Nostalgia ke Kampung Sejarah Lawang Seketeng Surabaya

Akhir pekan ini ajak keluarga untuk menikmati penampilan baru Kampung Lawang Seketeng di Kelurahan Peneleh, Surabaya. Kampung sejarah yang baru diresmikan Senin 11 November 2019 ini punya beberapa tempat menarik untuk dikunjungi di antaranya ada Langgar Dukur Kayu berusia 126 tahun yang jadi tempat mengaji Presiden Soekarno di masa kecil.

Selain keberadaan Langgar Dukur Kayu, ada juga Terakota, Sumur Tua, Makam Mbah Pitono, Makam Mbah Dimo, Makam Syekh Zen Zaini Assegaf, Rumah Kayu, Rumah Jengki, dan Rumah Puing yang menjadi pusat daya tarik wisata.
Keberadaan Rumah Jengki di Kampung Lawang Seketeng memang perlu mendapat perhatian. Maklum, bangunan yang dibuat di era 1950an ini memang punya pesan tersembunyi dari para arsiteknya. Rumah Jengki merupakan cara arsitek di Indonesia 'merayakan' kemerdekaan.
Para arsitek ini membuat bentuk rumah yang keluar dari kebiasaan kolonial. Bentuknya rumahnya nyeleneh tapi tetap artistik.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Antiek Sugiharti, Kampung Lawang Seketeng menyimpan banyak peninggalan di era Majapahit.
Salah satunya keberadaan Sumur Jobong di kawasan Pandean Gang 1, RT 1 RW 13, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya. Sumur Jobong itu pertama kali ditemukan pada 31 Oktober 2018. Kala itu sedang ada pengerjaan proyek gorong-gorong di kawasan tersebut.
Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan telah memastikan bahwa Sumur Jobong tersebut merupakan peninggalan kerajaan Majapahit.
Untuk mendukung Kampung Lawang Seketeng menjadi Heritage Walk of Kampung Seketeng ini juga akan menyediakan guide dari anak-anak sekitar. Sehingga nantinya anak-anak itulah yang akan jadi pemandu wisata Kampung Lawang Seketeng. (Windy Goestiana)
