Otodidak Belajar Ternak Burung Puyuh, Saiful Kini Punya Ribuan Ekor

Hampir empat bulan lamanya, Saiful Rizal memutuskan untuk memulai berternak burung puyuh petelur di dalam rumahnya.
Hal itu ia lakukan guna mengisi waktu luang dan menambah pemasukan ekonomi keluarganya. Maklum saja, semenjak pandemi COVID-19 merebak, Saiful yang sebelumnya menjadi petani di Situbondo lebih banyak menganggur.
Saiful bercerita, saat awal memulai berternak ia baru mencoba sekitar 500 ekor burung puyuh petelur. Di mana, ia belajar secara otodidak terkait menjadi seorang peternak burung puyuh petelur.
"Saya belajar otodidak merawat puyuh ini. Karena pemula, baru pertama kali, waktu itu saya taruh di lantai atas. Tapi ternyata malah rawan stress, terus nggak bertelur, karena cuacanya. Akhirnya sekarang saya pindah di bagian belakang rumah, dan seiring berjalannya waktu ada yang mulai bertelur," kata Saiful, Kamis (22/4).
Ia pun menata rapi kandang burung puyuh di belakang rumahnya, lengkap dengan selang otomatis untuk memberikan minum pada burung-burung tersebut.
Bahkan saat ini sudah ada sekitar 1.100 burung puyuh petelur yang sudah berhasil ia besarkan di rumahnya, di Jalan Medayu Utara XVI Medokan Ayu, Surabaya.
"Setelah 15 hari dari saya beli bibit, burung puyuh ini akan bertelur terus tiap hari sampai 1,5 tahun. Kalau sudah tidak bertelur nanti bisa dijul lagi, ada penadahnya," ujar pria kelahiran Sumenep, 12 Desember 1977 ini.
Bahkan dalam sehari, Saiful mengaku jika ia bisa memanen sekitar Rp 10 kilogram telur puyuh. Di mana perkilonya dihargai sekitar Rp 25 ribu.
"Untuk saat ini masih saya jual di pasar deket rumah dan warga sekitara aja. Omzet awal dulu sekitar Rp 40- Rp 50 ribu, sekarang bisa Rp 120- Rp140 ribu per hari. Sebulan ya sekitar Rp 3- Rp 4 juta," jelasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait perawatan burung puyuh petelur, Saiful pun harus memberikan makanan rutin setiap tiap harinya. Tak hanya itu saja, ia juga membersihkan kandung burung puyuh selama dua kali sehari.
Hal itu ia lakukan agar burung tetap sehat dan kandang burung tetap terjaga kebersihannya. Bahkan limbah kotoran burung puyuh tersebut dikumpulkn Saiful untuk dijadikan pupuk bagi warga sekitarnya.
Bahkan ke depan, ia juga belajar untuk melakukan pembibitan burung puyuh. "Rencananya mau diperluas lagi kandanganya, terus mau diperbanyak lagi usahanya, biar bisa membuka lapangan pekerjaan buat warga sekitar," pungkasnya.
