Konten Media Partner

Pakar Ungkap Peran Guru yang Tak Tergantikan di Era Digital

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orientasi Mahasiswa Profesi Pendidikan Guru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tahap 1 Tahun 2025.
zoom-in-whitePerbesar
Orientasi Mahasiswa Profesi Pendidikan Guru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tahap 1 Tahun 2025.

Profesi guru merupakan salah satu profesi yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Profesi ini diyakini akan terus ada dan tidak akan tergantikan oleh teknologi apa pun.

"Peran guru sebagai pendidik tak tergantikan oleh mesin atau robot," tegas Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd., saat menjadi pembicara dalam acara Orientasi Mahasiswa Profesi Pendidikan Guru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tahap 1 Tahun 2025, (4/6).

Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan itu menuturkan, meski perannya tak tergantikan para calon guru juga harus cakap teknologi.

"Guru harus memiliki integritas dan kepekaan sosial. Di era digital, guru harus menjadi pendidik yang tidak tergantikan oleh mesin. Kuncinya adalah pantang menyerah," tegasnya.

Senada dengannya, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan dalam proses pembelajaran. Seorang guru tak hanya dituntut untuk kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter siswa.

"Pendidikan karakter siswa harus dimulai dari guru," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar pelaksanaan PPG di Unusa dapat mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas guru secara berkelanjutan.

"Selamat datang di Unusa, kampus yang tepat untuk membentuk guru profesional. PPG Unusa telah terakreditasi Unggul dan menjadi salah satu LPTK terbaik di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu Koordinator PPG Unusa, Dr. Nafiah, M.Pd., turut memperkuat pesan tersebut dengan memaparkan keunggulan program PPG di Unusa.

"PPG Unusa memiliki akreditasi unggul, kurikulum berbasis karakter Aswaja, serta didukung teknologi pembelajaran yang mutakhir. Alhamdulillah Unusa berhasil masuk dalam 10 besar terbaik penjaminan mutu PPG tahun 2024, dan sudah terakreditasi unggul dari 4 prodi PPG se-Indonesia," ungkapnya.

Dua ribu lebih mahasiswa yang hadir dalam orientasi secara hybrid itu berasal dari 29 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan dominasi peserta dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

"Dalam laporan resmi kami, sebanyak 2.754 mahasiswa telah melakukan lapor diri yang terdiri dari Prodi PGSD 1.628, PAUD 479 dan Pendidikan Bahasa Inggris 647 Mahasiswa," tuturnya.

Acara orientasi ini menjadi tonggak awal bagi ribuan calon pendidik untuk menapaki profesi mulia sebagai guru. Dengan semangat Aswaja dan visi Unusa mencetak guru berkarakter di era digital, kegiatan ini bukan hanya sekadar orientasi, melainkan awal dari pengabdian panjang di dunia pendidikan Indonesia.