Konten Media Partner

'Pakde Alpri' Lemari UV untuk Sterilisasi Hazmat Bekas Pakai

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
'Pakde Alpri' Lemari UV untuk Sterilisasi Hazmat Bekas Pakai
zoom-in-whitePerbesar

Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Surabaya (Ubaya) merancang sebuah perangkat dekontaminasi alat pelindung diri (APD).

Perangkat yang disebut Pakde Alpri ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan dapat membantu tenaga medis dalam proses sterilisasi serta melepas APD secara mandiri.

Herman Susanto selaku Ketua Tim PPM Ubaya menjelaskan bahwa perangkat dekontaminasi APD yang dibuat terdiri dari bilik disinfektan (disinfectant chamber) dan lemari UV (Ultra Violet).

Pada awal ide pembuatannya, Herman menuturkan, jika kebutuhan baju hazmat di beberapa wilayah masih mengalami kelangkaan.

Akhirnya tim PPM Ubaya merancang lemari UV yang berguna untuk mensterilkan baju hazmat agar fungsinya tidak hanya sekali pakai.

"Perancangan dekontaminasi APD ini telah dipersiapkan selama empat bulan sejak Juni hingga Oktober. Seiring berjalannya waktu, kami berkomunikasi dengan pihak rumah sakit. Ternyata ada masalah baru yang ditemukan yaitu sulitnya melepas APD. Kemudian kami membuat juga bilik disinfektan agar tenaga medis bisa melepas APD secara mandiri, tidak lagi dibantu orang lain dan tentunya aman dari virus,” jelas Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Ubaya, Selasa (1/12).

Untuk cara kerja perangkat dekontasminasi APD ini, pertama tenaga medis masuk ke dalam bilik disinfektan dengan menggunakan APD dan berdiri di tengah hingga kabut disinfektan keluar.

Selanjutnya, kabut disinfektan akan disemprotkan selama satu menit dan tenaga medis berputar 1-2 kali dengan posisi lengan terangkat.

Setelah penyemprotan selesai, tenaga medis akan keluar dari bilik. Selanjutnya tenaga medis dapat melepas baju hazmat atau APD secara mandiri.

"Cara kerja perangkat ini kami rancang agar lebih efisien dan praktis digunakan tenaga medis. Setelah proses sterilisasi, APD akan dicuci dengan fasilitas yang sudah tersedia di rumah sakit, kemudian dikeringkan dan digantungkan pada rak yang telah disediakan," ucapnya.

Lanjut Herman, semua APD yang telah dicuci akan dimasukkan ke dalam lemari UV untuk proses sterilisasi dengan penyinaran menggunakan sinar UVC selama 30 menit.

Proses sterilisasi ini berfungsi untuk menghilangkan semua jenis organisme hidup atau mikroorganisme seperti bakteri atau virus.

"Ada 2 tombol pada lemari UV ini, ada tombol on berwarna hijau dan tombol off berwarna merah. Jika indikator lampu menyala berwarna hijau maka proses sterilisasi sedang berjalan. Setelah selesai APD disimpan di ruang penyimpanan dan bisa digunakan kembali oleh tenaga medis untuk bertugas," ungkapnya.

Herman dan tim berharap, adanya perangkat tersebut dalat membantu tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi COVID-19.  

"Kami juga berharap alat yang kami buat bisa terus dikembangkan. Tidak hanya difungsikan saat COVID-19 saja, tetapi dapat digunakan seterusnya untuk sterilisasi APD di rumah sakit,” pungkasnya.

Diketahui perangkat dekontaminasi APD ini diserahkan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.