Parade Dolanan Jadoel Ajak Para Siswa SD Mainkan Wenga Papua hingga Egrang

Konten Media Partner
18 Maret 2023 11:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Parade Dolanan Jadoel Ajak Para Siswa SD Mainkan Wenga Papua hingga Egrang
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Permainan tradisional merupakan salah satu unsur budaya yang harus terus dilestarikan, dan dikenalkan kepada masyarakat sejak dini.
ADVERTISEMENT
Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensi permainan tradisional mulai terkikis dengan adanya permainan modern yang muncul saat ini.
Guna melestarikan permainan tradisional tersebut, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri mengajak 130 orang siswa SDN Claket, Pacet, Mojokerto menggelar kegiatan Parade Dolanan Jadoel.
Rifqy Faruq, selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, Parade Dolanan Jadoel ini diselenggarakan sebagai upaya pelestarian budaya permainan tradisional.
Selain itu, Rifqy menyebut jika permainan tradisional juga dapat meningkatkan kerja sama dan interaksi para siswa.
"Jadi kita kenalkan permainan ini kepada anak-anak, agar tidak luntur nilai-nilai luhur dan anak-anak tidak hanya menikmati permainan tradisional hanya melalui cerita orang tuanya saja," kata Rifqy pada Basra, Sabtu (18/3).
Dalam kegiatan kali ini, Rifqy menggandeng komunitas Kampung Dolanan Surabaya. Beragam permainan tradisional yang dimainkan di antaranya wenga papua, kopral Surabaya, panah tradisional, lompat tali, egrang tali bambu, bola bekel, hulahop, egrang bambu dan lainnya.
"Parade Dolanan Jadoel ini dimainkan dengan sistem sirkuit game menggunakan 6 pos. Tujuannya, agar setiap orang dalam kelompok nantinya dapat merasakan pengalaman memainkan 6 permainan tradisional yang sudah ditentukan oleh Mustofa, founder Kampung Dolanan," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Melalui Parade Dolanan Jadoel, pihaknya juga akan membuat pojok dolanan di area lingkungan SDN Claket. Pojok dolanan yang nantinya diberi nama Pojok Dolanan Bimasakti ini sebagai bagian dari keberlanjutan program agar anak-anak tidak seremonial saja memainkan permainan tradisional.
"Jadi ini bisa menjadikan sebuah pembiasaan bermain permainan tradisional di sekolah. Dengan adanya Pojok Dolanan di sekolahnya, mereka bisa tetap bermain permainan tradisional dan guru-guru juga bisa menjadikan pojok dolanan sebagai media edukasi pembelajaran di sekolah," harapnya.
Sementara itu, Muhammad Iqbal salah satu siswa mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Iqbal menuturkan, jika ini merupakan pengalaman pertama baginya dalam bermain permainan tradisional.
"Senang sekali, kegiatannya juga seru, karena ada beberapa permainan yang belum pernah dimainkan seperti panahan, wenga Papua, kopral Surabaya. Kita juga bisa saling kerja sama dengan teman-teman yang lain," tukasnya.
ADVERTISEMENT