Konten Media Partner

Pawai Obor Rayakan Tahun Baru Islam di Tanah Merah Surabaya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pawai Obor Rayakan Tahun Baru Islam di Tanah Merah Surabaya
zoom-in-whitePerbesar

Perayaan tahun baru Islam disambut meriah oleh seluruh umat muslim diseluruh dunia. Peringatan 1 Muharam 1447 H memberikan kesan yang begitu penting bagi seluruh umat, salah satunya warga RW 04 Tanah Merah, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pada Kamis 26 Juli 2025, ribuan warga memadati rumah susun Tanah Merah bersiap untuk melakukan pawai akbar peringatan tahun baru Islam tersebut.

Pawai obor malam tahun baru Islam tersebut diikuti oleh 30 Rukun Tetangga (RT) yang masing-masing perwakilan terdapat 100 orang peserta membawakan ciri khas masing-masing. Mereka berjalan sepanjang tiga kilometer berputar berkeliling lima masjid di kawasan tersebut yang telah ditunjuk bergantian setiap tahunnya.

Ketua Pelaksana kegiatan rangkaian Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Suroto mengungkapkan rasa syukur dan gembira ditahun ini peserta yang ikut melebih ekspektasinya jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kegiatan ini tidak pernah dilepaskan oleh warga Tanah Merah karena mempunyai nilai besar dalam menjaga tradisi dan melestarikan sejarah dikawasan Tanah Merah itu sendiri.

“Ini peserta meningkat banyak dari tahun sebelumnya karena RW 04 Tanah Merah ini mempunyai warga terbanyak di Surabaya, bahkan di Indonesia dengan 30 RT. Selain itu, tahun ini kita juga membuat kegiatan baru dengan ziarah ke makam mendiang Mbah Denok yang merupakan sesepuh dan legenda kawasan Tanah Merah, beliau yang membuat nama kawasan ini. Sebelumnya kegiatan ini tidak ada, kami dengan beberapa tokoh masyarakat mendiskusikan tentang pelestarian sejarah kawasan ini agar warga juga turut peduli dengan sejarah. Untuk itu bertepatan dengan PHBI ini kamu mengajak warga membuat serangkaian acara religius dengan mengkolaborasikan dengan nilai-nilai budaya nusantara,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan di Masjid Al-Fill.

Selain itu, kemeriahan acara ini disambut baik oleh warga sekitar yang rumahnya dilewati pawai malam tahun Islam 1447. Mereka disuguhkan berbagai macam atraksi dari komunitas pencak silat dengan permainan apinya beberapa koreo tarian dan lagu saat berhenti di setiap masjid yang menjadi rute pawai.

“Kegiatan ini harus dilestarikan sampai kapanpun, oleh karena itu perlu mengajak generasi muda untuk berpartisipasi sebagai penerus tradisi baik ini. Acara ini hebat, dapat mendatangkan ribuan warga dengan busana kebesaran mereka dimasing-masing RT untuk sekedar berkeliling kampung Tanah Merah. Dan membawa obor api ini menjadi ciri khas yang tidak pernah ditinggalkan di pawai 1 Muharam,” ujar Bu Sidik warga RT 19.

Gelaran pawai 1 Muharam ini memberikan kesan yang mendalam bagi warga Surabaya, khususnya Tanah Merah. Ini sebagai salah satu langkah harapan yang ingin diwujudkan dalam doa-doa ditahun mendatang yang sebelumnya belum terwujud agar lebih giat dalam beribadah. (Dipta Wahyu)