Pelajar SMP di Surabaya Bikin Bantal dari Sampah Plastik

Aksi pelajar Surabaya dalam mengurangi sampah plastik memang patut diapresiasi. Salah satunya Rojwa Huwaidah Rosadi yang memanfaatkan sampah plastik jadi bantal.
Siswi asal SMPN 6 Surabaya ini, menggunakan limbah plastik sebagai pengganti busa atau dakron pada bantal.
"Kalau kerajinan dari limbah plastik 'kan sudah biasa. Nah saya ingin membuat limbah plastik ini menjadi sesuatu yang belum ada. Yaitu dengan membuat bantal tamah lingkungan dari limbah plastik," ungkap gadis yang akrab disapa Rojwa pada Basra (5/10).
Sebelum membuat bantal, Rojwa terlebih dulu mengumpulkan sampah plastik yang ia dapat dari tetangga dan lingkungan sekitarnya.
Setelah terkumpul, ia mencuci plastik-plastik tersebut hingga bersih dan mengeringkannya.
Selanjutnya, plastik dipotong kecil-kecil dan di masukkan ke dalam plastik bening.
"Bantal ramah lingkungan yang saya buat ada dua variasi. Pertama menggunakan full limbah plastik, yang kedua ada tambahan sponsnya," jelas siswi yang duduk di bangku kelas 9 ini.
Untuk sarung bantalnya, Rojwa menggunakan kain sisa atau kain perca. Bentuk bantal ramah lingkungan ini pun bermacam-macam. Seperti daun, bunga, segitiga, hingga tabung.
"Karena bantal kan biasanya cuma kotak gitu aja. Nah saya kreasikan lagi biar lebih menarik," tambahnya.
Diketahui, dalam sehari ia bisa membuat tiga hingga lima bantal. Satu bantal ramah lingkungan ini dijual dengan harga Rp 15 ribu - Rp 30 ribu.
Ke depannya, Rojwa akan membuat lebih banyak variasi bantal ramah lingkungan dan karpet dari limbah plastik.
"Dengan adanya inovasi ini, semoga masyarakat dapat lebih memanfaatkan limbah plastik dan dapat menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan," pungkasnya. (Reporter : Amanah Nur Asiah /Editor : Windy Goestiana)
