Pelaku UMKM Kuliner di Surabaya Meningkat 200 Persen saat Pandemi COVID-19

Konten Media Partner
25 Oktober 2023 17:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelaku UMKM di Surabaya saat berjualan di bazar Noodlepreneur Academy, Rabu (25/10). Foto-foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku UMKM di Surabaya saat berjualan di bazar Noodlepreneur Academy, Rabu (25/10). Foto-foto: Masruroh/Basra
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kuliner menjadi salah satu yang melekat di kehidupan masyarakat terutama masyarakat zaman sekarang yang menginginkan kepraktisan. Di tengah pandemi COVID-19 banyak muncul inovasi mengenai kuliner ditambah dengan adanya aplikasi pendukung yang memudahkan seseorang membeli makan maupun minuman.
ADVERTISEMENT
Banyak tercipta inovasi baru mengenai dunia kuliner yang didukung oleh peran dari UMKM. Terlebih, para generasi muda saat ini mulai berani memulai bisnis kuliner. Bahkan di Surabaya pelaku UMKM bidang kuliner tumbuh pesat hingga 200 persen saat pandemi COVID-19.
"Memang pada saat pandemi kita merasakan impact terbesar di mana pelaku UMKM kuliner itu semakin banyak. Dari data yang kita survei ada sekitar 200 persen (peningkatannya)," ujar Irsyadah Arroisi, Manager Marketing PT Suprama, saat ditemui Basra disela kegiatan Noodlepreneur Academy, Rabu (25/10).
workshop memasak untuk para pelaku UMKM di Surabaya dan sekitarnya.
Pria yang kerap disapa Irsyad ini melanjutkan, yang perlu diapresiasi dari para pelaku UMKM kuliner tersebut adalah semangatnya yang tak mau menyerah begitu saja. Menurut Irsyad, mereka mau terus belajar mengembangkan usahanya. Sehingga saat banyak bidang yang harus gulung tikar saat pandemi, pelaku UMKM kuliner justru mampu bertahan.
ADVERTISEMENT
"Semangatnya luar biasa, mereka mau belajar. Bahkan brand-brand besar itu ada yang harus gulung tikar, tapi pelaku UMKM ini terus berjuang. Itu yang kita apresiasi," tuturnya.
"Apresiasi kita berikan dengan memberikan pelatihan sekaligus memfasilitasi para pelaku UMKM kuliner di Surabaya dan sekitarnya untuk mengembangkan usahanya. Tidak hanya workshop memasak, tapi juga materi tentang pengemasan produk dan cara memasarkannya, turut kita berikan," sambungnya.
Puji Ismanti, salah satu pelaku UMKM di Surabaya mengakui, jika saat pandemi COVID-19 mendorongnya menekuni usaha kuliner dengan membuat minuman kesehatan.
"Pas pandemi itu kan banyak orang yang mengkonsumsi minuman herbal untuk menjaga imun. Nah dari situ saya kepikiran untuk jualan minuman herbal yang rutin saya konsumsi saat pandemi. Alhamdulillah minuman herbal buatan saya banyak yang suka dan masih banyak yang cari sampai sekarang," tuturnya saat ditemui Basra dalam kesempatan yang sama.
ADVERTISEMENT