Pelawak Kartolo, Piawai Ngelawak Tapi Ogah Main Stand Up Comedy

Bagi warga Jawa Timur pada umumnya dan Surabaya khususnya, nama Kartolo sudah tak asing lagi. Kartolo cukup dikenal sebagai pelawak dengan logat khas Suroboyoan. Mulai merintis karir melawak di tahun 1960an namun tak membuat pria yang kerap disapa Cak Kartolo ini terjun ke dunia stand up comedy.
"Ya memang stand up comedy lagi rame. Banyak pelawak yang terjun jadi komika, tapi saya kok nggak tertarik ya," ujarnya kepada Basra, saat ditemui di kediamannya, Kamis (13/5).
Usut punya usut, bukan tanpa alasan jika Cak Kartolo menolak tawaran manggung sebagai komika. Cak Kartolo mengakui jika dirinya tak mampu jika harus tampil sendirian di atas panggung.
"Stand up comedy itu kan tampil di atas panggung sendirian. Nah, aku iku gak iso nek dikonkon tanggapan ijen nang panggung (Nah, saya itu tidak.bisa kalau disuruh tampil melawak sendirian di atas panggung," tukasnya seraya tergelak.
Diakui Cak Kartolo, jika selama ini tak pernah tampil melawak sendirian. Minimal dia akan tampil berdua dengan partnernya.
"Gak tau tampil ijenan (Tidak pernah tampil sendirian). Gak enak ngecemes dhewe nang panggung (tidak enak ngomong sendiri di panggung). Kalau ada teman kan enak, kita bisa sahut-sahutan, lebih ramai," jelasnya.
Terkait tawaran manggung sebagai komika stand up comedy, Cak Kartolo tak menampik jika mendapat banyak tawaran. Namun karena merasa tidak sanggup, Cak Kartolo pun selalu menolaknya.
"Yo tak tolak wong aku ngeroso gak sanggup (ya saya tolak karena saya merasa tidak mampu)," tukasnya.
Untuk menerima tawaran melawak pun, Cak Selalu melihat target audience (penonton). Ini penting dilakukan agar dia dapat menyiapkan materi lawakan yang sesuai penonton. Apalagi materi lawakan juga dibuat sendiri oleh Cak Kartolo.
"Ben aku iku gak sia-sia olehku ngecemes nang panggung (supaya tidak sia-sia saya ngomong di panggung)," tegasnya.
Tampil di depan anak-anak muda diakui Cak Kartolo memberikan tantangan tersendiri. Karakter anak muda yang kritis dan cenderung ngeyel (ngotot) membuat Cak Kartolo harus menyiapkan materi lawakan secara matang.
"Arek-arek nom iku kan pinter-pinter dan senengane ngeyel, dadi yo opo carane ben arek-arek iku gak bosen ngrunokno aku ngomong (Anak-anak muda itu kan pintar-pintar dan sering ngotot, jadi bagaimana caranya supaya mereka tidak bosan mendengarkan lawakan saya," simpulnya.
