Konten Media Partner

Pemkot Surabaya Jamin Pendidikan 2 Anak Asisten Masinis yang Tewas Dihantam Truk

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi usai takziah di rumah mendiang Abdillah. Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi usai takziah di rumah mendiang Abdillah. Foto: Diskominfo Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberikan bantuan pendidikan kepada kedua anak almarhum Abdilah Ramdan, asisten masinis kereta Commuter Line Jenggala, hingga lulus kuliah.

Eri memastikan, pemkot akan terus memantau anak-anak almarhum Abdilah Ramdan sampai lulus pendidikan perguruan tinggi. Tidak hanya pemkot, dalam hal ini lanjut dia, KAI Daop 8 Surabaya turut membantu istri almarhum Nirma (37) untuk bekerja di PT KAI.

“Sampai dengan kuliah, dan ini yang kita (pemkot) lakukan ya, karena kan program pendidikan yang kita lakukan itu seperti satu kartu keluarga (KK) satu sarjana, dan ini akan kita bantu semaksimal mungkin untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang layak sehingga bisa menjadi pengganti ayahnya," ungkap Eri, usai takziah ke rumah mendiang Abdillah, di kawasan Sidotopo Lor, Surabaya, Kamis (10/4) sore.

"Matur nuwun juga Pak Kadaop, yang akan memberikan beasiswa dan menjadikan istri almarhum bekerja di PT KAI,” sambungnya.

Abdillah tewas dalam kecelakaan dengan truk muatan kayu. Truk menemper bagian depan kereta Commuter Line Jenggala saat melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu di KM 7+600, tepatnya Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 11 antara Stasiun Indro dan Stasiun Kandangan, Selasa (8/4) malam. Abdillah tewas meninggalkan seorang istri dan dua anak.