Pencarian Korban Ambruknya Ponpes Sidoarjo Tuntas, Khofifah Sampaikan Ini
·waktu baca 2 menit

Operasi pencarian dan penyelamatan korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo oleh Tim SAR resmi dihentikan pada hari ini Selasa (7/10). Seluruh korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah sembilan hari proses pencarian yang melelahkan pasca gedung tersebut ambruk pada Senin (29/9) sore.
“Per hari Selasa ini, fokus penanganan kita bergeser ke RS Bhayangkara Polda Jatim bersama tim DVI. Seluruh proses identifikasi akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan profesional,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (7/10).
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan memastikan seluruh korban teridentifikasi dengan benar, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan para santri yang terdampak.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu tanpa lelah sejak awal kejadian. Progresnya sangat signifikan dan koordinasi berjalan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Mohammad Syafii memastikan bahwa operasi SAR telah dilakukan secara maksimal dengan memperhatikan aspek keselamatan tim di lapangan.
“Kondisi reruntuhan cukup labil, tetapi kami pastikan seluruh korban telah ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Basarnas menyatakan 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk terdapat 8 body part.
Dengan berakhirnya operasi SAR ini, penanganan kini beralih ke tahap identifikasi jenazah, pendampingan keluarga korban, serta rehabilitasi fisik dan mental santri yang selamat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan hingga situasi benar-benar pulih.
