Pentingnya Literasi Bisnis yang Mendukung Kemitraan dan Peluang Usaha
·waktu baca 3 menit

Bisnis waralaba menjadi salah satu upaya dalam peningkatan perekonomian global dengan berbagai macam jenis yang ditawarkan. Perihal tersebut mengacu pada indeks peningkatan waralaba pada Februari 2025 mencapai Rp 143,25 Trilliun, ini merupakan tren positif dalam meningkatkan omzet.
Selain itu, meningkatnya Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada konsumen memberikan peluang cukup besar untuk mendorong pertumbuhan wirausaha lokal. “Perkembangan dunia waralaba saat ini meningkatkanya luar biasa, tetapi perlu dicermati pentingnya literasi bisnis yang kompeten agar tidak mudah tertipu oknum bisnis abal-abal yang menawarkan kerjasama dengan keuntungan berlipat dalam waktu singkat, semua butuh proses,” ujar Franchise Expert Djoko Kurniawan, yang juga Ketua Umum Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI).
Djoko, sapaan akrabnya juga menyarankan mencari ekosistem bisnis yang kompeten dan terpercaya secara legalitasnya. Wadah yang terpercaya memberikan keamanan dalam hal berbisnis, khususnya waralaba, karena merupakan program bisnis jangka panjang. "Boleh bermitra, tapi jangan salah kaprah. Franchise punya aturan dan legalitas tersendiri,” ujarnya saat hadir dalam forum International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2025.
International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2025 merupakan ajang pertemuan tokoh-tokoh bisnis terkemuka di Indonesia, Surabaya menjadi tuan rumahnya pada 28-30 November 2025 mendatang. Pameran tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan dan sudut pandang dunia wirausaha yang lebih berdaya saing global.
CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, menjelaskan bahwa IFBEX digelar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan sektor franchise, kemitraan, peluang usaha, lisensi, keagenan, serta solusi bisnis ritel.
“Kami ingin menjadi jembatan para investor dengan brand potensial yang siap berkembang. Oleh karena itu, kami menggandeng Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (APTIKNAS), serta DK Consulting Group, mereka ini semua kompeten dan terpercaya dalam bidangnya.” ujarnya saat sosialisasi IFBEX 2025 di Surabaya.
Disisi lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto mengungkapkan pentingnya berbagi ilmu dalam dunia wirausaha saat ini dengan melihat potensi bisnis di Jawa Timur yang tinggi.
“Ketimpangan jumlah lulusan sekolah dan lapangan kerja di Jawa Timur masih menjadi persoalan besar. Oleh karena itu, kadin fokus mendorong dan memberdayakan masyarakat, utamanya pemuda. Karena pemuda-pemuda ini adalah cikal bakal menciptakan peluang kerja secara mandiri melalui wirausaha," ujarnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi Jawa Timur yang kuat menjadi modal besar untuk pengembangan usaha baru. “Jatim menjadi hub Indonesia Timur dan melayani kebutuhan 19 provinsi di Indonesia. Ini peluang besar bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis,” imbuhnya. (Dipta Wahyu)
