Konten Media Partner

Perjuangan Ibu Rela Bolak Balik Jember-Surabaya Demi Kesembuhan Anak dari Kanker

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Kita, rumah singgah milik YKAKI Surabaya yang menjadi tempat tinggal Maria Ulfah (jilbab coklat, duduk di atas) selama 7 bulan terakhir untuk kesembuhan sang buah hati. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Kita, rumah singgah milik YKAKI Surabaya yang menjadi tempat tinggal Maria Ulfah (jilbab coklat, duduk di atas) selama 7 bulan terakhir untuk kesembuhan sang buah hati. Foto: Masruroh/Basra

Kebahagiaan anak menjadi hal yang utama bagi seorang ibu. Apapun akan dilakukan sang ibu untuk kebahagiaan, termasuk kesehatan anak. Hal ini pula yang dilakukan Maria Ulfah. Perempuan asal Jember, Jawa Timur, ini rela bolak balik Jember-Surabaya demi memberikan pengobatan bagi putra bungsunya yang menderita leukemia.

Leukemia merupakan salah satu kanker yang menyerang sumsum tulang dan menyebabkan kelainan darah abnormal. Putra Maria Ulfah, Muhammad Saiful Rizal (7) diketahui menderita penyakit kanker tersebut sejak usia 3,5 tahun.

"Ketahuan kalau Saiful leukemia itu pas usia 3,5 tahun. Tahun 2018 baru saya bawa dia ke Soetomo (RSUD dr Soetomo)," ujar Ulfah kepada Basra, Rabu (22/12).

Saiful yang harus menjalani serangkaian pengobatan menjadikan Ulfah dan sang suami harus rela bolak balik Jember-Surabaya. Menumpang kereta api, Ulfah menempuh perjalanan lebih dari 4 jam lamanya untuk sampai di Surabaya.

"Selama pengobatan, kami tinggal di YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia), biasanya 3 sampai 4 hari. Kalau Saiful sudah bebas obat, kontrol sekali setiap 5 pekan. Tapi kalau dia sedang drop seperti kemarin ya tinggal lebih lama disini (YKAKI)," jelas Ulfah.

Dikatakan Ulfah saat ini dirinya dan Saiful telah tinggal di YKAKI selama 7 bulan. Ini terjadi lantaran kondisi Saiful yang menurun dan butuh pengobatan intensif.

"Kemarin itu Saiful sempat drop sampai harus masuk IGD dan pakai selang oksigen. Saya tidak tega lihatnya, makanya saya putuskan disini dulu sampai kondisi Saiful benar-benar stabil," papar Ulfah seraya menahan tangis.

Demi menjaga Saiful, Ulfah harus rela berpisah dengan anak sulungnya. Meski berat, Ulfah mengaku tak punya pilihan lain. Kondisi Saiful saat ini lebih membutuhkan perhatiannya.

"Anak saya yang pertama usianya 14 tahun. Berat juga, tapi saya tidak punya pilihan lain," imbuhnya.

Meski harus menemani Saiful menjalani serangkaian pengobatan, dan bolak balik Jember-Surabaya, namun Ulfah tak putus asa. Dia menyakini jika Saiful bisa sembuh.

"Sebenarnya tidak tega lihat kondisi Saiful, tapi saya yakin dia pasti sembuh. Saya harus yakin, apalagi keluarga juga mendukung saya bawa Saiful ke Soetomo," kata Ulfah.

Tak hanya dari keluarga, dukungan juga didapat Ulfah dari YKAKI, apalagi saat ini dirinya dan Saiful tinggal lebih lama di 'Rumah Kita' milik YKAKI.

Rumah Kita merupakan sebuah rumah singgah khusus anak penderita kanker yang dibangun oleh YKAKI.

"Dukungan YKAKI sangat luar biasa, apalagi sudah 7 bulan saya tidak bisa pulang ke Jember," imbuhnya.

Ulfah lantas berpesan kepada para ibu yang bernasib sama dengannya. Ulfah berharap agar para ibu tak putus asa dan selalu positif selama mendampingi buah hatinya berobat. Optimisme seorang ibu akan memberikan energi positif kepada sang anak untuk berjuang mendapatkan kesembuhan.