Perjuangan Mamik Sembuh dari TBC, Harus Konsumsi 18 Obat Setiap Hari
·waktu baca 2 menit

Tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia. Perjuangan untuk bisa sembuh dari penyakit ini bukanlah hal mudah. Ini seperti yang dialami Mamik Agustina (47), warga Tenggilis, Surabaya.
Tahun 2012 lalu Mamik divonis TBC yang membuatnya harus menjalani pengobatan secara rutin selama 6 bulan. Namun Mamik tak mengindahkannya. Begitu merasa kondisinya sudah membaik, Mamik memutuskan untuk tak lagi berobat ke RSUD Dr Soetomo.
"Karena merasa sudah enakan, saya putuskan tidak ke Soetomo lagi untuk berobat," kata Mamik saat dijumpai Basra dalam acara 'Kelas Memasak Bagi Pasien dan Keluarga Pasien TB RO di Surabaya' yang digelar Dinkes Kota Surabaya bersama Akademi Kuliner and Patiseri Ottimmo Internasional, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan tim percepatan pemberantasan tuberculosis kota Surabaya (YKNCVI dan REKAT), Kamis (24/3).
Karena tak menjalankan pengobatan secara tuntas, TBC Mamik pun kambuh yang mengharuskannya berobat lebih lama dari sebelumnya, yakni 9 bulan. Namun lagi-lagi Mamik tak bisa berobat dengan tuntas.
"Saya kan juga harus kerja, sedangkan pengobatan TB harus ke Soetomo setiap hari," tukasnya.
Waktu 9 bulan yang telah ditentukan untuk masa pengobatan TB yang kedua kali dialami Mamik namun tak bisa dipenuhi membuat perempuan berhijab ini justru harus menjalani pengobatan lebih lama lagi, 2 tahun.
Karena berulang kali kambuh, Mamik pun mau tak mau harus menjalani pengobatan selama 2 tahun. Setiap hari Mamik harus ke RSUD Dr Soetomo untuk menjalani pengobatan TBC. Sedangkan obat yang dikonsumsi cukup banyak sekitar 18 obat.
"Obat yang diminum banyak, ada 5 jenis, jumlahnya 18 obat dan harus diminum dalam tempo 2 jam. Karena obat yang banyak itulah makanya harus dilakukan di Soetomo, takut nanti ada efek sampingnya. Di puskesmas bisa, tapi saya lebih nyaman di Soetomo," jelas Mamik.
Kini Mamik telah dinyatakan sembuh total dari TBC. Mamik pun berpesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan.
"Kita kan tidak tahu virus (TBC) ini dari mana. Jadi selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan. Kalau sudah kena (TBC) harus disiplin minum obat agar benar-benar sembuh," pungkasnya.
