Konten Media Partner

Polisi Rilis Surat Cegah Siswa Surabaya Demo Setahun Prabowo, Mirza: Berlebihan

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mirza Akmal, Eks Ketua Aliansi Pelajar Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Mirza Akmal, Eks Ketua Aliansi Pelajar Surabaya. Foto: Masruroh/Basra

Polrestabes Surabaya merilis surat tentang pemberitahuan dan koordinasi kegiatan pembinaan dan pengawasan para siswa SMA/SMK se Surabaya pada Senin, 20 Oktober 2025. Hal ini menyusul dengan adanya kemungkinan demonstrasi pada peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran di hari tersebut.

Surat itu berisi hal-hal berikut:

A. Pada Senin, 20 Oktober 2025 kegiatan proses belajar SMK/STM dan SMA se-Surabaya dilaksanakan seperti biasa sesuai jam belajar yang ditetapkan;

B. Setelah kegiatan belajar mengajar agar sekolah mengadakan kegiatan tambahan bagi siswa (contoh: ekstra kurikuler, kajian rohani, atau kegiatan kesiswaan lainnya) sampai dengan pukul 17.00 WIB dan sekolah memastikan keberadaan siswa tetap berada di lingkungan sekolah.

C. Untuk sekolah yang siswanya berada di luar kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar dilaksanakan absensi secara ketat.

Mirza Akmal, Eks Ketua Aliansi Pelajar Surabaya menyatakan bahwa surat tersebut salah alamat. Menurutnya, Polrestabes Surabaya khawatir berlebihan mengingat demonstrasi di hari ini masih berupa kemungkinan.

"Perintah itu nggak salah alamat ta? La kata Kasat Binmas (demonstrasi) masih kemungkinan. Ndak perlu lah khawatir berlebihan," ucapnya, Senin (20/10).

Mirza pun bertanya-tanya urgensi dari surat tersebut serta menyampaikan bahwa jika pelajar pulang pukul 17.00 justru memunculkan resiko-resiko lainnya.

"Saya tidak tahu, saya bahkan bertanya-tanya apa urgensi polres. Toh jika memang ada demo dan mereka (pelajar) pulang pukul 5, bukankah lebih beresiko?" tuturnya.

"Nggak ada demo pun pulang jam segitu juga menimbulkan resiko yang polisi juga nggak mau handle kan?" sambung Mirza.