Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten Media Partner
Prospek Cerah Bagi Lulusan Prodi Bisnis Digital Unusa, Seperti Apa?
26 Februari 2025 8:17 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Di era industri 5.0 dunia pendidikan di Indonesia mengalami transformasi di segala lini. Salah satu sektor pendidikan yang mengalami transformasi ini adalah dunia pendidikan perguruan tinggi. Masyarakat di Indonesia saat ini akan menemukan banyak sekali jurusan-jurusan baru yang diperkenalkan oleh berbagai kampus negeri dan swasta yang dahulunya tidak ada.
ADVERTISEMENT
Masyarakat menyebut jurusan-jurusan tersebut sebagai jurusan kekinian karena jurusan ini hadir akibat pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar kerja di era industri 5.0. Salah satu jurusan kekinian yang saat ini muncul adalah program studi (Prodi) baru, S1 Bisnis Digital. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) juga telah membuka jurusan prodi ini.
"Jurusan Bisnis Digital menjadi pilihan yang strategis di era teknologi karena dunia bisnis telah berubah secara drastis dengan digitalisasi dan otomatisasi," ujar Niken Savitri Primasari, SE.,MM, Kaprodi S1 Bisnis Digital Unusa, kepada Basra, Rabu (26/2).
Niken melanjutkan, transformasi digital terjadi di semua sektor, dari e-commerce, fintech, healthtech, hingga edtech. Sehingga banyak perusahaan membutuhkan tenaga ahli bisnis digital untuk mengembangkan strategi pemasaran digital, analisis data, dan inovasi produk berbasis teknologi.
ADVERTISEMENT
"Namun Indonesia dan dunia masih kekurangan tenaga kerja digital yang kompeten. Menurut McKinsey di akhir tahun 2023, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital hingga 2030," tuturnya.
Niken mengatakan, banyak pekerjaan di bisnis digital bisa dilakukan secara remote atau hybrid. Trend bekerja dari mana saja sebagai freelancer, digital consultant, atau remote worker di perusahaan global, lalu keseimbangan hidup (work life balance) bisa dilakukan di sini.
"Dengan melihat perkembangan kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu memiliki pemahaman bisnis, manajemen, keuangan sekaligus teknologi, peluang karier di bidang bisnis digital akan berkembang sangat pesat. Banyak sekali posisi-posisi baru yang akan diperlukan terutama di sektor e-commerce, fintech, edtech, dan AI," terangnya.
Niken menegaskan, lulusan S1 Bisnis Digital tidak terbatas pada satu industri tertentu. Mereka akan bisa bekerja di berbagai sektor, terutama sektor-sektor yang mengadopsi teknologi digital. Dengan keahlian yang tepat, lulusan akan dapat bekerja di perusahaan-perusahaan besar, startup atau bahkan membangun bisnis sendiri.
ADVERTISEMENT
"Untuk lulusan S1 Bisnis Digital (BIDIG) Unusa, kami menawarkan kelebihan dari seluruh hal tersebut, yakni bagaimana para lulusan tersebut dapat mempertanggungjawabkan teknologi secara syariah bisnis," tukasnya.
Niken mengungkapkan, prodi Bisnis Digital Unusa dirancang untuk memberikan kontribusi unik dalam pengembangan keilmuan berbasis nilai-nilai Islam yang terintegrasi dengan teknologi digital modern dengan keunggulan.
"Ini seperti mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai Islami. Memfokuskan pada model bisnis yang halal dan bernilai syariah. Mengintegrasikan teknologi digital, manajemen bisnis, kewirausahaan dan studi ekonomi islam, serta berkomitmen untuk mendukung SDGs 2030 terutama SDG 8 dan SDG 9," jelasnya.
Kelebihan utama Bisnis Digital (BIDIG) Unusa ini tentunya terintegrasi etika bisnis islam dan manajemen syariah. Program ini menggabungkan konsep bisnis digital modern dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam dan manajemen syariah. Hal ini memberi landasan yang kuat bagi mahasiswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai keadilan, transparansi, serta keberlanjutan dalam dunia bisnis digital sesuai dengan ajaran Islam.
ADVERTISEMENT
Program Studi Bisnis Digital di Unusa tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional di perusahaan, tetapi juga untuk menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan dan mengelola bisnis digital sendiri. Kurikulum dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan, inovasi, dan kreativitas berbasis teknologi. dan tentunya pendidikan berbasis nilai Rahmatan lil Alamin.
"Sesuai dengan misi Unusa, program studi ini menanamkan nilai rahmatan lil alamin, yang berarti membawa manfaat bagi seluruh umat manusia. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan dan inklusif," tandasnya.