Konten Media Partner

Puasa Bisa Kurangi Risiko Komplikasi, Penderita Jantung dan Diabetes Lakukan Ini

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.

Pengaturan pola hidup yang tepat perlu dilakukan saat seseorang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi penderita jantung dan diabetes melitus.

Lantas, bagaimana tips aman berpuasa bagi penderita jantung dan diabetes?

Menjawab hal itu, dr. Heru Wijono, Sp.PD, FINASIM, mengungkapkan, bahwa puasa sangat baik untuk penderita jantung dan diabetes melitus karena dapat mengurangi risiko komplikasi.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pasien dapat mengatur jam minum obat pada waktu buka dan sahur.

Bagi pasien yang mengkonsumsi obat bersifat diuretik atau mendorong produksi air seni, dr.Heru menganjurkan untuk meminumnya saat berbuka puasa. Tujuannya agar cairan tubuh tidak banyak keluar saat puasa dan berakibat dehidrasi.

“Pasien juga sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter keluarga untuk mengatur dosis obat yang tepat,” ungkapnya, Jumat (31/3).

Kedua yaitu perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Menurut dr. Heru, penderita diabetes melitus tetap boleh mengkonsumsi makanan yang manis saat berbuka puasa, namun tetap harus dikontrol.

"Sebaiknya, dikombinasikan dengan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, misalnya kurma. Selain itu, buah apel dan tomat juga sangat bagus bagi penderita diabetes melitus karena mengandung chrome dan zink yang berfungsi untuk merangsang pelepasan insulin dan kekebalan tubuh. Sedangkan, buah-buahan seperi durian, nangka, mangga, dan rambutan tidak disarankan karena mengandung kalori tinggi," jelasnya.

Sementara bagi penderita diabetes dengan gangguan ginjal, harus membatasi kalium, dan bagi penderita jantung disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung natrium tinggi, seperti Monosodium glutamate (MSG).

"Kalium ada di sayur dan buah. Untuk itu, pasien perlu diskusi terkait pola makan dengan dokter keluarga,” tambahnya.

Terkait konsumsi kafein, dokter spesialis penyakit dalam di RS Ubaya ini menjelaskan, bahwa pasien perlu berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter yang menangani.

“Bila memang ingin minum kafein, sebaiknya diminum saat buka puasa karena kafein memiliki sifat diuretik,” tuturnya.

Selain itu, apabila penderita jantung dan diabetes melitus ingin berolahraga saat puasa, dapat dilakukan sebelum jam tujuh pagi dan di atas jam empat sore.

"Olahraganya yang ringan saja, seperti jalan kaki atau bersepeda. Intinya, penderita jantung dan diabetes melitus tetap bisa melakukan aktivitas normal saat puasa. Namun, jangan lupa untuk menjaga kesehatan sesuai anjuran dokter,” tukasnya.