Pucuk Pimpinan Unair Resmi Berganti, Ini Dia Profil Sang Rektor Baru
·waktu baca 2 menit

Pucuk pimpinan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berganti. Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin resmi dilantik sebagai Rektor ke-14 Unair Periode 2025-2030, menggantikan Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA.
Melalui pidato orasinya, Selasa (17/6), Prof Madyan menegaskan bahwa Unair tidak boleh hanya menjadi menara gading akademik. Melainkan harus hadir sebagai agen perubahan sosial dan motor penggerak bangsa.
Prof Madyan menyatakan Unair harus lebih aktif sebagai lembaga yang tidak hanya menghasilkan lulusan. Tetapi juga solusi atas persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, selaras dengan visi nasional.
Langkah itu diwujudkan melalui kelanjutan misi entrepreneur university yang telah dirintis pada periode sebelumnya. Melalui pendekatan ini, Unair diarahkan untuk menjadi ekosistem kewirausahaan sosial yang mampu mengatasi pengangguran dan menggerakkan kemandirian ekonomi bangsa.
Salah satu titik tekan orasi Prof Madyan adalah pentingnya menempatkan mahasiswa sebagai pusat eksistensi perguruan tinggi.
“Mahasiswa bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah aktor utama yang harus mendapatkan ruang luas untuk berkreasi, berinovasi, dan berkembang sebagai insan intelektual berkarakter,” tegasnya.
Unair, lanjutnya, harus menjadi ‘rumah intelektual’ yang sehat dan produktif, yang tidak hanya melahirkan karya ilmiah tapi juga nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial. Dalam kerangka itu, pembangunan iklim akademik yang inklusif dan kolaboratif akan menjadi prioritas.
Pada akhir, Prof Madyan menuturkan bahwa menjadi seorang rektor adalah amanah yang begitu besar. Ia menyadari, tidaklah mudah untuk menjalankan amanah ini.
“Saya menyadari amanah ini tidaklah ringan. Namun saya percaya, dengan tekad kolektif, Unair akan melangkah lebih unggul, mandiri, bermartabat, dan berdampak,” pungkasnya.
Prof Madyan merupakan Wakil Rektor Unair Bidang Sumber Daya periode 2020-2025. Selain menjabat sebagai Wakil Rektor, Madyan juga aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Rektor, Madyan pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga pada tahun 2014. Setelah itu, menjadi Direktur Keuangan Unair pada tahun 2014-2015.
Pria kelahiran Martapura pada 1971 itu dikenal sebagai pakar Ilmu Manajemen. Salah satu penelitiannya berjudul "Miopia dalam investasi: Usia manajer berpengalaman dan distorsi investasi jangka panjang".
Pada Agustus 2022 lalu, ia menerima gelar guru besar bidang Ilmu Manajemen.
