Konten Media Partner

'RAISA', Robot untuk Bantu Tim Medis COVID-19, Siap Beroperasi di RS Unair

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RAISA siap beraksi membantu perawat COVID-19. Foto: Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
RAISA siap beraksi membantu perawat COVID-19. Foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, hari ini menyerahkan satu buah robot untuk membantu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).

Robot yang diberi nama RAISA (Robot medical Assistant ITS Airlangga) ini nantinya akan beroperasi di lantai 4 gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI Unair) pada Kamis (16/4) mendatang.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengungkapkan, pembuatan robot RAISA ini dikarenakan melihat banyaknya tenaga medis di Indonesia yang tertular penyakit COVID-19 saat menangani pasien.

"Dengan adanya robot ini kan dapat meminimalisir transmisi virus dan menghemat penggunaan APD pada tenaga medis," ucap Ashari pada Basra, Selasa (14/4).

Dalam proses pengoperasiannya, Robot ini akan dioperasikan oleh tenaga medis dari jarak jauh untuk melakukan berbagai tugas seperti mengantarkan makanan, pakaian, serta peralatan lain yang dibutuhkan pasien.

Selain itu, RAISA juga digunakan untuk mengecek kondisi visual dengan menggunakan kamera yang dipasang di robot. Bahkan robot ini juga bisa digunakan untuk melakukan komunikasi dua arah antara pasien dan perawat.

"Karena robot ini mempunya monitor untuk komunikasi dua arah, ada fitur audionya juga. Jadi ketika pasien di tanya bagaimana keluhannya, demamnya sepeti apa bisa diukur dengan robot ini. Karena robot ini juga bisa mengecek temperatur suhu badan pasien," jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUA Prof. Nasronudin mengungkapkan, adanya robot ini dapat mengurangi frekuensi perawat ketika berhubungan langsung dengan pasien.

Selain itu, juga dapat meningkatkan kenyamanan pasien. Karena menurutnya, jika pasien di masuki tenaga kesehatan secara terus-terusan akan terganggu.

"Jadi pasien bisa nyaman. Karena COVID19 ini virus yang bisa dieliminasi diri sendiri. Jadi Kesehatan psikologis dan biologis pasien sangat membantu untuk proses kesembuhannya," ungkapnya.

instagram embed

Meski begitu, ada satu hal yang tidak bisa digantikan oleh robot yakni sentuhan hati dari para dokter atau perawat yang merawatnya.

Dengan adanya Robot tersebut, Nasron berharap dapat memperkecil potensi paparan COVID-19 pada petugas medis.

"Jadi sesuai dengan target kami, yaitu zero pasien akibat covid19, zero proteksi pada petugas dan keluarganya, dan zero diskriminasi pasien termasuk pada jenazah positif COVID-19," pungkasnya.

Diketahui, robot RAISA ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan nantinya, akan ada tiga robot lagi yang akan dibuat untuk dioperasikan di lantai 5-7 RSKI.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!