Konten Media Partner

Ratusan Siswa SMK Tata Boga di Jatim Belajar Seluk Beluk Tepung dari Ahlinya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan Siswa SMK Tata Boga di Jatim Belajar Seluk Beluk Tepung dari Ahlinya
zoom-in-whitePerbesar

SMKN 3 Kediri yang memiliki siswa jurusan kuliner atau tata boga sebanyak 420 siswa berkesempatan belajar terkait seluk beluk tepung terigu langsung dari pakarnya.

Adalah Bogasari yang memberikan ratusan siswa SMK tersebut melihat langsung proses produksi terigu di pabrik Surabaya hingga belajar cara membuat roti dari para chef produsen tepung tersebut. Kegiatan ini merupakan realisasi dari program Bogasari Mengajar yang menyasar siswa SMK.

"Kami ada penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan SMKN 3 Kediri. Masa berlaku MoU setahun mulai 1 Oktober 2025 sampai 30 September 2026. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya di tingkat SMK yang memiliki jurusan kuliner atau tata boga,” terang Adi Witono, Vice President Operations Bogasari Surabaya, Senin (6/10).

Adi melanjutkan, pihaknya mendorong pertumbuhan mutu pendidikan di tingkat SMK maupun mahasiswa baik secara kerja sama formal maupun secara reguler.

Mulai dari kesempatan magang atau praktik kerja lapangan, sesi praktisi mengajar, pelatihan khusus, hingga kesempatan penelitian skripsi.

“Pengalaman ilmu terapan di dunia industri yang sudah 4.0 dan kewirausahaan di sektor makanan adalah hal yang ingin kami bagi, dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi, daya saing, bahkan peluang usaha bagi para siswa SMK hingga mahasiswa,” kata Adi.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 3 Kediri Salam Supriyanto, mengaku gembira sekolahnya terpilih mengikuti program ini. Apalagi SMKN 3 Kediri belum lama ditetapkan Pemerintah sebagai sekolah yang menjalankan kurikulum TEFA (Teaching Factory) yang disyaratkan wajib memiliki mitra industri pendamping.

Ada pun bentuk kegiatan yang akan dijalankan selama MoU 1 tahun adalah validasi kurikulum Project Based Learning melalui program Teaching Factory, penyelenggaraan program Magang Guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), pengadaan Guru Tamu (Guest Speaker) terkait teknologi terkini dalam industri Bakery, dan kunjungan industri untuk guru dan siswa.

“Alhamdulillah, kami sangat senang bisa menjalin kerja sama ini. Ini kesempatan yang sangat berharga karena didukung oleh industri tepung terigu pertama dan terbesar di Indonesia. Semoga kualitas dan kuantitas produk TEFA sekolah kami semakin meningkat, mulai dari aneka roti hingga kue kering,” terangnya.

Target dari MoU ini adalah penyelarasan kurikulum sesuai kebutuhan industri, re-upskilling kompetensi guru, menumbuhkan jiwa entreperneur siswa, hingga mengembangkan soft skill kuliner siswa.

“Melalui jurusan kuliner, sekolah sudah bisa memasok makanan di koperasi, bahkan dipercaya sebagai mitra produk gizi anak kebutuhan khusus (800 anak stunting) se-Kabupaten Kediri. Semoga dengan kerja sama selama setahun ini, sekolah kami makin berkembang,” tandasnya.