Riset Ini Sebut Kemahiran Orang Indonesia Berbahasa Inggris Masih Rendah
·waktu baca 2 menit

Indeks kemampuan berbahasa Inggris penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan laporan EF English Proficiency Index (EPI), Indonesia menempati peringkat yang rendah, yaitu peringkat 80 dari 116 negara pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan.
"Memang masih rendah ya indeks kemampuan berbahasa Inggris penduduk Indonesia," ujar Andika Ekaputri, Senior Regional Director English 1 Indonesia, saat ditemui Basra disela acara newlook English 1 Surabaya Jemursari, Jumat (11/7).
Andika lantas mengungkapkan sejumlah tantangan penggunaan bahasa Inggris di Indonesia. Salah satunya adalah masih minimnya infrastruktur yang menjadikan bahasa Inggris environment anak-anak.
Kedua, lanjut Andika, terlambatnya pemberian materi pelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah.
"Seperti yang kita ketahui mulai tahun ajaran 2027/2028, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar (SD). Itu menjadi berita yang sangat kami nantikan selama ini, tapi jika dibandingkan dengan negara lain tentunya sudah terlambat," jelasnya.
Meski demikian Andika menuturkan jika pihaknya siap bekerja sama dengan dinas terkait untuk membantu mengajarkan bahasa Inggris di sekolah-sekolah.
"Di masing-masing wilayah, kita berusahalah bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk turut berkontribusi membantu mengajarkan bahasa Inggris," imbuhnya.
Andika menegaskan anak usia dini memang perlu untuk dikenalkan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Namun, anak-anak ini tidak dipaksa. Karenanya dibutuhkan tempat belajar yang nyaman yang membuat anak merasa bisa merasa nyaman saat belajar.
“Ya (anak-anak) belajarnya sambil bermain. Tidak bisa dipaksa. Bermain sambil mengenal kosa kata yang biasa ada di kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
