Sang Putra Wafat Divonis Gagal Ginjal, Ibu Ini Gantikan Putranya Wisuda
·waktu baca 2 menit

Suasana haru menyelimuti pelaksanaan wisuda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ke-128, Sabtu (2/3). Momen ini terjadi saat Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho menyerahkan dokumen kelulusan kepada keluarga almarhum Rendi Dwi Hermawan.
Rendi harusnya berdiri di podium wisuda. Namun takdir berkata lain. Rendi meninggal dunia sebelum menjalani prosesi wisuda yang selama ini diimpikannya. Sang ibu, Tumini, pun harus menggantikan posisi mendiang Rendy menerima dokumen kelulusan.
Tumini mengungkapkan, sang anak meninggal dunia pada 29 Oktober 2023 lalu. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Rendy sempat mengatakan bahwa dirinya ingin sekali wisuda.
"Semuanya sudah terlaksana, semoga kamu (Rendy) tenang di sana karena cita-cita wisuda sudah terlaksana," ujar Tumini, seraya menahan tangis.
Tumini mengisahkan jika putranya tidak pernah mengeluh sakit. Namun kondisinya mendadak drop sepulang dari kampus. Rendy sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Dua hari kemudian ia meninggal dunia.
"Padahal saat itu dia baru menyelesaikan sidang skripsi yang kedua. Waktu pulang dari kampus dia drop langsung dibawa ke RS (rumah sakit). Hari itu juga hasilnya keluar, divonis gagal ginjal dan sebelumnya tidak ada riwayat gagal ginjal," terangnya.
Tumini menegaskan jika tangisnya hari ini bukanlah tangis kesedihan, namun bangga atas apa yang telah diraih mendiang putranya.
"Itu bukan tangis sedih, tapi ibu bangga," tandasnya.
Wisuda Untag Surabaya digelar dengan tema ‘Untukmu Indonesiaku’ dan diikuti sebanyak 1.209 wisudawan. Terdiri dari 1.003 Wisudawan Sarjana Strata-1 dari 16 Program Studi, 125 wisudawan Strata-2 dari 6 Program Studi, 32 Wisudawan dengan Gelar Psikologi Profesi, dan 49 Wisudawan Doktor Strata-3 dari 3 Program Studi.
