SD Khadijah 2 Surabaya Ajak Siswa Salat Dhuha Sebelum USBN

Sebanyak 41.336 siswa tingkat SD/MI dari 656 SD Negeri maupun swasta di Surabaya mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) hari ini, 22 April 2019.
Salah satu sekolah yang mengikuti USBN adalah SD Khadijah 2 Surabaya. Sebelum memasuki ruangan, Sekolah yang berlokasi di Jalan Darmo Permai Selatan ini mengajak para siswanya untuk melaksanakan salat Dhuha.
Hal ini dilakukan agar anak-anak dapat mengikuti USBN dengan tenang dan percaya diri. "Anak-anak ini butuh support secara mental dan spritual, agar mereka percaya diri, jujur dan pasrah kepada Allah ketika mengerjakan soal," ucap A. Afifuddin, selaku Wakil Kepala bagian Kurikulum ketika ditemui Basra, Senin (22/4).
Tak hanya itu, pihak sekolah juga melakukan pemantapan hingga pengecekan peralatan untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menghadapi ujian ini. Bahkan di hari pertama ujian, Afif mengaku jika para siswa datang tepat waktu dan tidak ada yang telat. "Alhamdulillah, pagi tadi anak-anak masuk. Tidak ada yang telat. Semua sudah clear 100 persen," ungkap Afif.
Ketika disinggung mengenai kesiapan para siswa, Afif yakin jika para siswa dapat mengerjakan soal dengan teliti dan tidak ada yang terlewatkan. Hal itu dikarenakan pihaknya telah menyiapakan materi sejak anak-anak duduk di bangku kelas 5 SD.
"Jadi kisi-kisi mengenai soal ujian sudah kita beri kepada anak-anak sejak kelas 5 SD. Apalagi sebelum pelaksanaan ujian, pihak sekolah juga telah menyiapkan try out sebanyak 18 kali sejak bulan Juli 2018. Jadi kami yakin anak-anak bisa menjawab," tutur Afif.
Dengan persiapan yang begitu matang, Afif berharap para siswa mendapatkan hasil yang memuaskan. "Semoga mendapat nilai terbaik, paling tidak di tingkat kecematan," pungkasnya.
Sementara itu, Bobby farrel, salah satu peserta ujian mengatakan, jika di hari pertama ini ia tidak mengalami kendala yang begitu rumit. Bahkan dirinya mengaku bisa mengerjakan soal dengan tenang dan teliti.
"Alhamdulillah, hari pertama ini lancar. Tadi ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak ada kendala. Semoga dua hari berikutnya juga bersahabat," harap Bobby saat ditemui usai ujian.
Diketahui, selain menyiapkan bimbel tambahan dan try out, pihak sekolah juga menyiapkan klinik USBN untuk anak-anak yang mempunyai kemampuan di bawah rata-rata agar dapat mengejar ketertinggalan. (Reporter : Amanah Nur Asiah / Editor : Windy Goestiana)
