Sebulan Ada 2 Anak di Surabaya Meninggal karena Tenggelam di Sungai

Konten Media Partner
27 Februari 2024 14:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lokasi tenggelamnya anak berinisial SA di Sukomanunggal. Foto: Dok. BPBD Kota Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi tenggelamnya anak berinisial SA di Sukomanunggal. Foto: Dok. BPBD Kota Surabaya
ADVERTISEMENT
Pemandangan anak-anak bermain di pinggiran sungai di Surabaya masih sering ditemukan. Padahal itu sangat berbahaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat dalam sebulan terakhirnya ada 2 anak yang tewas tenggelam di sungai.
ADVERTISEMENT
"Kasus (anak) tenggelam 1 di kecamatan Tandes dan yang masih penyelidikan polisi di Sukomanunggal," ujar Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, saat dihubungi Basra, Selasa (27/2).
Ada pun kedua anak yang tenggelam tersebut yakni MWN (6) yang sempat hilang selama tiga hari dan ditemukan di Sungai Buntaran, Manukan, Tandes, pada akhir Januari kemarin.
Berikutnya ada SA bocah laki-laki berusia 9 tahun yang tewas tenggelam di rawa-rawa di kawasan Sumanunggal.
Agus menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi termasuk anak tenggelam di sungai saat musim hujan seperti sekarang.
"Terkait bencana hydrometeorologi basah Pemkot telah menerbitkan Surat Himbauan dari Wali Kota," tukasnya.
Namun demikian, Agus Hebi tetap meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak dari potensi bencana hidrometeorologi. Yang pertama, warga diimbau agar tidak mandi di sungai, baik itu anak kecil maupun orang dewasa.
ADVERTISEMENT
"Karena arus sungai yang seperti kelihatan tenang, tapi justru di bawah arusnya kencang," ujarnya.
Selain itu, Hebi juga mengimbau para orang tua agar dapat mengawasi dan mencegah anak-anak bermain saat hujan. Terlebih, ketika anak-anak kecil itu bermain di dekat aliran sungai.
"Kami imbau para orang tua agar dapat mencegah anak-anaknya bermain saat hujan," imbaunya.