Konten Media Partner

Sejak Pandemi, Makam Pencipta Lagu Indonesia Raya Sepi Peziarah

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komplek makam pencipta lagu Indonesia Indonesia Raya W.R Soepratman yang sepi peziarah. Foto-foto: Masruroh/Basra 
zoom-in-whitePerbesar
Komplek makam pencipta lagu Indonesia Indonesia Raya W.R Soepratman yang sepi peziarah. Foto-foto: Masruroh/Basra 

Momen peringatan Hari Pahlawan tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 membatasi ruang gerak masyarakat di luar rumah, termasuk untuk berziarah ke makam pahlawan. Setidaknya ini bisa terlihat di komplek makam pencipta lagu Indonesia Raya Wage Rudolf (W.R) Soepratman yang sepi peziarah.

"Iya mbak, sepi. Belum ada yang datang kesini padahal kan besok Hari Pahlawan ya. Kalau tahun lalu, seminggu sebelum Hari Pahlawan banyak yang ziarah, terutama anak-anak sekolah," jelas Fitriana, penjaga komplek makam WR Soepratman, kepada Basra, Senin (9/11).

Komplek makam W.R Soepratman, lanjut Fitri, sejatinya baru dibuka sebulan terakhir setelah ditutup sejak Maret lalu karena merebaknya pandemi COVID-19. Meski telah dibuka kembali, komplek makam di kawasan Jalan Raya Kenjeran, Surabaya ini, relatif sepi pengunjung.

"Pas tanggal 28 Oktober kemarin baru ada yang datang kesini, selain itu tidak ada yang datang," tukas ibu 3 anak ini.



Makam W.R Soepratman ini terbilang makam khusus karena hanya ada makam sang komposer. Makam ini berdekatan dengan kompleks pemakaman umum Rangkah. Bahkan makam W.R Soepratman dulunya berada di pemakaman umum tersebut. Baru di tahun 1960an, makam W.R Soepratman dipindah ke seberang dengan dibuatkan komplek khusus.

Makam W.R Soepratman berada di sebuah naungan seperti bangunan joglo. Makam W.R Soepratman yang terbuat dari marmer mempunyai desain unik di bagian tengahnya, yaitu berbentuk biola.

Ini karena W.R Soepratman adalah seorang yang pandai memainkan biola. Ia juga menggunakan biola saat pertama kali memperdengarkan lagu 'Indonesia Raya' di depan umum saat Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.

Pada makam sang komposer terdapat pula ukiran notasi balok, dengan potongan lirik lagu "Indonesia tanah airku," "Indonesia Tanah jang mulja," dan "Indonesia Tanah jang sutji."

Di kompleks makam tersebut juga terdapat patung W.R Soepratman yang sedang memainkan biola, prasasti Lagu Indonesia Raya, dan prasasti riwayat hidup W.R Soepratman.

W.R. Soepratman lahir di Somongari, Purworejo pada tanggal 19 Maret 1903 dan tutup usia pada tanggal 17 Agustus 1938.