Mom
·
19 November 2020 14:02

Sekolah Daring Terbukti Bikin Otak Anak Cepat Lelah

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Sekolah Daring Terbukti Bikin Otak Anak Cepat Lelah (7749)
Ilustrasi anak sarapan. Agar otak anak tak cepat lelah ketika sekolah daring dibutuhkan sejumlah zat gizi guna menunjang kerja otaknya. Foto: Pixabay
Sekolah daring membuat otak anak cepat lelah. Meski hanya berdiam di rumah saat sekolah, justru membuat otak anak makin cepat lelah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan otak anak menjadi cepat lelah saat sekolah daring.
ADVERTISEMENT
"Kelihatannya memang hanya berdiam di rumah, tapi jangan salah ini justru membuat anak lelah karena kerja otak yang semakin terbebani," tegas ahli gizi Dr. Rita Ramayulis DCN, M. Kes, dalam  webinar Nestle Koko Krunch Nutrismarta, Kamis (19/11).
Saat sekolah daring, lanjut Rita, anak harus lebih fokus menangkap pesan yang diterima dari guru secara tidak langsung melainkan melalui perantara media. Anak juga membutuhkan tenaga lebih besar untuk memahami bahasa non verbal guru.
Ketika sekolah daring pula anak merasa selalu diawasi oleh guru maupun teman-temannya karena posisi kamera yang harus selalu on. Ini membuat anak tidak fokus dalam menerima materi pembelajaran.
"Sekolah daring juga membuat anak tidak bisa membedakan waktu antara sekolah dan bermain karena dilakukan di satu tempat (rumah). Belum lagi harus mengerjakan tugas yang begitu banyak," tukas Rita.
Sekolah Daring Terbukti Bikin Otak Anak Cepat Lelah (7750)
ahli gizi Dr. Rita Ramayulis DCN, M. Kes, dalam webinar Nestle Koko Krunch Nutrismarta, Kamis (19/11).
Dikatakan Rita, agar otak anak tak cepat lelah dan tetap dapat fokus ketika sekolah daring dibutuhkan sejumlah zat gizi guna menunjang kerja otak. Zat gizi ini dapat tercukupi melalui sarapan sebelum sekolah daring. Sehingga meski sekolah dan di rumah saja, sarapan tetap harus dilakukan anak-anak.
ADVERTISEMENT
"Sarapan penting bagi anak karena saat tidur anak menggunakan banyak energinya untuk pembentukan hormon pertumbuhan yang akan bertugas merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak serta meregenerasi berbagai sel," jelasnya.
Dengan demikian, kata Rita, apabila tidak sarapan maka anak tidak mempunyai energi yang cukup untuk proses belajarnya. Tidak sarapan juga berpengaruh terhadap indeks massa tubuh anak.
Dia lantas mencontohkan sarapan bergizi bagi anak yakni yang cukup mengandung karbohidrat komplek, protein, dan susu.
Karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang cenderung lebih sulit dicerna. Oleh karena itu, karbohidrat kompleks biasanya cenderung lebih sehat karena tidak menaikkan gula darah dengan cepat.
Beberapa makanan yang termasuk karbohidrat kompleks, diantaranya kelompok umbi-umbian seperti kentang dan ubi, roti, pasta, jagung, gandum, dan singkong.
ADVERTISEMENT
Sedangkan protein ada pada daging, unggas, biji-bijian, susu, kacang-kacangan, mentega, dan telur. Kurang asupan protein berisiko menurunkan imunitas. Sementara imunitas dibutuhkan untuk melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.