Selebrasi Hari Anak Sedunia, Ruang Bagi Anak Menyampaikan Suaranya
ยทwaktu baca 3 menit

Perayaan Hari Anak Sedunia tahun ini masih dirayakan di tengah pandemi COVID-19. Dalam momen peringatan Hari Anak Sedunia berbagai harapan menyertai dengan tekad dan keinginan anak-anak untuk terus sehat dan bisa merawat cita-citanya.
Keinginan kuat anak-anak untuk terus produktif dan bisa menyampaikan suaranya menyertai serangkaian senyum yang berkembang. Mereka masih menyimpan banyak asa untuk bisa melalui masa sulit selama pandemi.
Di tengah keprihatinan saat ini, anak-anak mulai bisa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) setelah hampir 1,5 tahun menerima pelajaran secara daring. Sebagian anak juga harus menerima kenyataan ditinggalkan kedua orang tuanya setelah terpapar COVID-19.
Pada perayaan Hari Anak Sedunia tahun ini, Akatara Jurnalis Sahabat Anak bersama UNICEF mengadakan selebrasi anak yang dilakukan pada momen perayaan Hari Anak Sedunia di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Peringatan Hari Anak Sedunia 2021 ini kita mengangkat tema 'Dengarkan Anak Muda'. Jadi ada survei yang dilakukan Unicef bahwa anak muda sebenarnya optimis kondisi di masa depan, tapi mereka juga menyadari tantangan karena pandemi COVID-19 ke depan akan juga lebih besar," jelas Ermi Ndoen, Kepala Kantor UNICEF Surabaya, disela acara puncak Selebrasi Hari Anak Sedunia di Surabaya, Sabtu (27/11).
Lebih lanjut Ermi mengungkapkan, para anak muda berharap suara mereka didengarkan para pemimpin dan membuat dunia lebih baik. Adapun para anak muda saat ini menyuarakan agar pernikahan dini dapat dicegah, kekerasan pada anak harus bisa diminalisir, hingga adanya tempat bermain yang layak bagi anak.
Dikatakan Ermi, selebrasi anak ini dilakukan dengan berbagai kegiatan utama untuk bisa mengembangkan bakat anak, mengemas suara anak, serta memaksimalkan peran mereka dalam berbagai sektor.
"Berbagai suara dan keinginan anak disajikan dalam Selebrasi Anak untuk bisa merawat keinginan mereka saat ini. Mereka juga diberikan softskill dalam mengasah kemampuan mereka. Harapannya, anak-anak tetap bisa menyampaikan keinginan serta saran ke depan yang bisa memupuk cita-cita mereka," paparnya lagi.
Pelaksanaan selebrasi anak di Provinsi Jatim sendiri dilakukan dengan berbagai kegiatan utama. Kegiatan pertama dilakukan dengan mengadakan pleno anak yang tujuannya mendiskusikan suara anak yang ingin digaungkan dalam Hari Anak Sedunia. Pleno anak sendiri diikuti 20 anak dari berbagai wilayah yang ada di Jatim.
Pada pleno anak ini isu-isu utama dari berbagai daerah dikerucutkan menjadi isu bersama yang disampaikan pada puncak perayaan Selebrasi Anak. Anak-anak berbicara dengan teman sebayanya untuk bisa menemukan keresahan, saran maupun ide yang bisa dikembangkan di tahun ini.
Selesai pleno, anak-anak mengikuti kegiatan Pelatihan Public Speaking. Mereka diberikan pelatihan secara mendalam bagaimana teknik mengumpulkan pesan, mengolah intonasi dan cara penyampaian yang tepat di muka umum.
Selanjutnya mereka diajak untuk kegiatan utama yang dilakukan di Balai Pemuda Surabaya pada hari ini Sabtu (27/11).
"Selebrasi anak ini berisi penyampaian pesan anak di hadapan tamu undangan yang terdiri dari kepala daerah, anggota legislatif, dan media. Kegiatan juga dilakukan dengan beragam aksi anak-anak seperti Kidung Jula Juli Anak, pembacaan puisi serta penampilan produk anak-anak lainnya," pungkasnya.
