Semangat Prajurit Kodam V Brawijaya Jalankan Program Pengabdian Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 tak menyurutkan semangat para prajurit Kodam V Brawijaya menjalankan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Bahkan program pengabdian kepada masyarakat tersebut mampu membawa beragam dampak positif.
"Tak hanya soal pembangunan saja, TMMD yang digelar di 5 daerah di wilayah teritorial Kodam V Brawijaya ini juga mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat," tukas Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi, dalam keterangan tertulis yang diterima Basra, Selasa (6/4).
Lebih lanjut dia menjelaskan, beberapa titik lokasi yang ditetapkan menjadi sasaran TMMD, di antaranya Kabupaten Jember, Bondowoso, Pacitan, Sumenep, dan Bojonegoro. Dalam kegiatan tersebut turut pula melibatkan personel Polri, Pemda, tokoh masyarakat hingga tokoh agama setempat.
“Dalam pelaksanaannya, TMMD ini mengutamakan semangat gotong-royong. Sehingga pengerjaan pembangunan fisik bisa rampung sesuai batas waktu yang sudah ditentukan,” imbuhnya.
Kemudian dia mencontohkan pelaksanaan program TMMD di Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Dusun Nglambangan, Desa Ngrancan, Kecamatan Tambakrejo, yang menjadi bukti jika para prajuritnya mampu menjawab berbagai keluhan warga di tengah pandemi.
Pengerjaan normalisasi sungai di Desa Ngrancang, lanjutnya, memberikan solusi tersendiri bagi warga sekitar. Pasalnya, musim penghujan menjadi keluhan tersendiri bagi para petani setempat.
“Sebelum ada normalisasi terjadi luapan sungai yang berimbas pada lahan pertanian warga. Tanaman padi rusak dan mengakibatkan petani gagal panen,” ungkapnya.
Alumni Akademi Militer tahun 1997 itu mengatakan, terdapat hal terpenting selama program TMMD itu berjalan, yakni mengajarkan arti jati diri TNI adalah tentara rakyat. Kemanunggalan TNI antara rakyat pun menjadi titik fokus utama pelaksanaan program TMMD di berbagai daerah di Jawa Timur saat ini.
Dia kembali mencontohkan, seperti yang terjadi pada pelaksanaan TMMD di wilayah Kodim Sumenep. Gotong-royong antara TNI dan warga di Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, mulai terjalin. Itu membuktikan, jika Kemanunggalan antara TNI dan rakyat berhasil diwujudkan.
“Ketika membantu menyelesaikan proses pembangunan jalan, TNI dan warga terlihat saling bahu membahu. Semua antusias dan memiliki cita-cita yang sama, yaitu ingin desa itu berkembang lebih baik,” tegasnya.
Karena dilaksanakan saat pandemi maka setiap kegiatan yang berjalan selama TMMD berlangsung tak luput dari adanya penerapan protokol kesehatan. Bahkan, beberapa posko COVID-19 didirikan di beberapa titik lokasi.
“Petugas kesehatan bersiaga 24 jam untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan warga dan TNI. Mereka juga mensosialisasikan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh warga,” pungkasnya.
