Seniman asal Bojonegoro Ciptakan Kolase Lukisan dari Koran Bekas

Koran-koran yang telah dibaca biasanya menumpuk dan dijual ke pengepul barang bekas. Namun di tangan perupa asal Bojonegoro, Jawa Timur, Sugiharto Siho, koran-koran bekas tersebut dijadikan karya lukis yang menarik.
"Saya membuat karya seni berupa kolase koran bekas," ujar Siho kepada Basra, Sabtu (16/11).
Kolase koran bekas bertajuk 'Seikat Kembang Merah' itu hadir dalam pameran Gerak Rupa yang diselenggarakan Komunitas Perupa Jawa Timur (Koperjati) di Jalan Darmokali Surabaya.
Siho mengungkapkan alasan menggunakan koran bekas dalam karya seninya ini karena ingin membuat karya yang berbeda dari karya-karyanya terdahulu.
Adapun koran bekas yang digunakan Siho merupakan koran di era Presiden Soeharto yang diperoleh dari pintu kamar indekos miliknya.
“Kamar kos kan mau direnovasi dan saya menjumpai ada tumpukan koran yang ternyata koran di zamannya Pak Harto, ya sudah saya pakai saja," tukas perupa berusia 30 tahun ini.
Untuk membuat karya tersebut Siho membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Waktu yang paling lama ketika mencari bahan koran bekas yang warnanya sesuai dengan objek karyanya. Meski terbilang rumit, namun Siho mengaku cukup menikmati setiap proses pembuatannya.
Sedangkan sosok perempuan dalam karya Siho tersebut terinspirasi dari salah satu syair lagu Ebiet G. Ade berjudul Elegi Esok Pagi.
"Karya saya ini idenya dari syair lagu Ebiet G. Ade yang merupakan penyanyi idola saya sejak kecil. Kemudian saya tuangkan sebagai kolase,” jelasnya.
Lukisan berukuran 60 x 70 sentimeter itu diakui Siho sudah ada yang membelinya. "Lukisannya sudah laku, dibeli seharga 4 juta," pungkasnya seraya tersenyum. (rur)
