Sering Nyeri Punggung, Waspada Gejala TBC Tulang Belakang
·waktu baca 2 menit

Tuberculosis (TBC) identik dengan penyakit yang menyerang paru-paru. Padahal TBC juga bisa menyerang organ tubuh lainnya, salah satunya tulang belakang. Penyakit TBC sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
"Jadi TBC tulang belakang berarti ada kuman yang menyerang tulang belakang. Sehingga tulang belakang itu menjadi rusak atau hancur sehingga terjadilah kelumpuhan," ujar Dr. dr. Muhammad Faris, Sp.BS (K) Spine, FINSS, Dokter Spesialis Bedah Saraf dari Indonesia Spine Clinic RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, kepada Basra, Jumat (12/11).
Lebih lanjut Faris mengungkapkan, TBC pada tulang belakang disebabkan oleh daya tahan tubuh yang menurun, asupan nutrisi yang kurang, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu.
"Di dalam tubuh kita sebenarnya ada (kuman) TBC, hanya saja dia akan bermanifes jika daya tahan tubuh menurun, asupan nutrisinya kurang, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Apalagi kalau dia ada riwayat jatuh (yang mengenai tulang belakang)," jelasnya.
TBC tulang belakang, lanjut Faris, ditandai dengan nyeri pada tulang belakang dan demam saat malam hari. Namun berbeda dengan TBC pada paru-paru, TBC tulang belakang ini tidak menular.
"TBC tulang belakang ini tidak menular dan tidak pula menyebabkan penderitanya kehilangan berat badan. Tubuhnya ya sehat-sehat saja," tukasnya.
Faris lantas mengingatkan jika TBC tulang belakang bisa menyerang orang dari semua kelas ekonomi. Bahkan mereka yang masih remaja juga bisa terjangkit TBC tulang belakang.
"Saya pernah menangani pasien TBC tulang belakang yang usianya 15 tahun dan dia ada riwayat jatuh. Jadi usia muda juga bisa kena," imbuhnya.
Sementara itu Indonesia Spine Clinic yang dimiliki RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya mengusung tema 'spine welness' dalam memberikan layanan, yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang sehingga tidak sampai muncul permasalahan yang dapat mengganggu kualitas hidup dan kegiatan sehari-hari.
Nyeri leher, TBC tulang belakang, tumor tulang belakang, saraf terjepit, HNP (Hernia Nukleus Pulposus), dll, dapat ditangani Indonesia Spine Clinic dengan berbagai pilihan prosedur sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
"Dengan adanya Indonesia Spine Clinic, kami berharap dapat membawa harapan kembali bagi pasien untuk sembuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka tanpa perlu berobat keluar negeri," ujar dr. Edwin Ongkorahardjo, Sp.U, MARS, Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya.
