Konten Media Partner

Sering Sakit Perut Tanpa Sebab, Waspada Usus Buntu

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sering Sakit Perut Tanpa Sebab, Waspada Usus Buntu
zoom-in-whitePerbesar

Ada banyak variasi sakit perut. Ada yang perutnya terasa melilit, ada yang kembung, ada pula yang merasakan sakit perut seperti ditusuk jarum.

Kita patut waspada bila muncul sakit perut yang disertai demam atau muntah. Bisa jadi, gejala tersebut merupakan tanda radang usus buntu.

Menurut spesialis anak dr Mohammad Muchlis SpA, penyakit radang usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada usus buntu.

"Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5-10 cm yang terhubung dengan usus besar," ujarnya kepada Basra, Selasa (12/11).

Penyakit usus buntu sering dialami oleh remaja, namun kondisi ini bisa juga diderita oleh anak-anak. Umumnya hal ini disebabkan oleh infeksi perut yang menyebar ke usus buntu atau adanya penyumbatan yang telah memblokir usus buntu sehingga menyebabkan radang.

Dr. Muchlis mengatakan, gejala usus buntu pada anak bisa berbeda dengan gejala pada orang dewasa. Anak-anak umumnya akan merasakan gejala usus buntu yang khas, yakni berupa nyeri perut disertai dengan demam.

Dr. Mohammad Muchlis, SpA. Foto : Masruroh/Basra

Pada bayi atau anak yang berusia kurang dari 2 tahun, usus buntu dapat ditandai dengan muntah, sakit perut, kembung, tidak nafsu makan dan minum, serta demam. Terkadang kondisi ini disertai dengan diare.

"Pada anak yang berusia 2 hingga 5 tahun, radang usus buntu sering ditandai dengan sakit perut dan muntah. Sakit perut umumnya dimulai dengan rasa sakit di bagian tengah perut yang mungkin hilang timbul, lalu bergerak ke sisi kanan bawah perut dimana usus buntu berada. Salah satu tandanya, jika bagian perut tersebut ditekan maka anak akan merasa kesakitan," jelasnya.

Dokter akan menanyakan berbagai hal terkait kondisi tubuh dan gejala yang dialami anak, kemudian dilanjutkan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan adanya peradangan pada usus buntu. Misalnya melalui prosedur pemeriksaan ultrasonografi (USG) perut, hingga tes darah atau urine untuk melihat kemungkinan adanya infeksi.

Jika kondisi peradangan usus buntu masih tergolong ringan, maka radang dapat diatasi dengan obat-obatan. Namun jika kondisi peradangan sudah parah, dokter akan merekomendasikan untuk mengeluarkan usus buntu yang meradang melalui prosedur apendektomi. (Reporter : Masruroh)