Spa Tradisional Kurang Diminati Anak Muda Surabaya
·waktu baca 2 menit

Memiliki ragam budaya menjadikan Indonesia mempunyai banyak pilihan spa tradisional sesuai daerah masing-masing. Bahkan spa tradisional menjadi primadona bagi turis asing yang berkunjung ke Indonesia. Bagi mereka tak lengkap rasanya jika datang ke Indonesia belum menikmati perawatan spa tradisional khas Indonesia.
Sayangnya kondisi tersebut tak berlaku bagi anak muda Indonesia. Mayoritas anak muda di Indonesia terutama di kota-kota besar lebih memilih datang ke klinik kecantikan modern jika ingin melakukan perawatan tubuh.
"Jujur kalau di kota-kota besar seperti Surabaya, mereka (anak muda) kurang mau sama yang namanya tradisional ya," ujar I Gusti Ayu Alit Maharani, pemilik Dauni Spa Surabaya Suites Hotel, kepada Basra, Selasa (26/12).
"Mereka juga lebih senangnya ke refleksi (pijat refleksi) ya, kalau yang terlalu tradisional Indonesia banget gitu sepertinya memang kurang berminat," sambungnya.
Perempuan yang kerap disapa Rani ini menuturkan untuk dapat menggaet kalangan anak muda, biasanya penyedia jasa spa akan mengkombinasikan dengan perawatan tubuh modern.
"Jadi memang harus ada mix (perpaduan tradisional dan modern). Misalnya untuk kesehatan tubuh ada massage tradisional, sedangkan perawatan wajah pakai teknik-teknik modern yang biasa ada di klinik kecantikan. Nah hal-hal yang begini ini masih dilirik anak muda," jelasnya.
Selain itu selalu memberikan inovasi aromaterapi menjadi jurus tersendiri agar spa khas Indonesia tak tergerus kehadiran klinik-klinik kecantikan yang lebih modern.
"Kalau ada inovasi aromaterapi akan memberikan banyak pilihan buat anak-anak muda. Waktu spa itu kan biasanya ada aromaterapi dan lebih banyak yang khas tradisional. Ini bisa disiasati dengan memakai inovasi aromaterapi, misalnya aroma white tea yang sekarang lagi booming atau aroma bubble gum yang lebih modern," tukasnya.
