Surabaya Gelar Uji Coba PPDB SD, Ini Kendala yang Banyak Dialami Ortu

Konten Media Partner
17 Mei 2024 16:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh (kiri). Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh (kiri). Foto: Diskominfo Surabaya
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mulai melaksanakan uji coba Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Negeri tahun ajaran 2024/2025. Uji coba yang digelar pada tanggal 16-17 Mei 2024 itu dilakukan untuk semua jalur PPDB SDN.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh, mengatakan bahwa di hari pertama pelaksanaan, ada sekitar 10.000 calon peserta didik baru (CPDB) SDN yang melakukan trial atau uji coba pendaftaran PPDB 2024.
"Alhamdulillah (CPDB) SD yang sudah trial itu 10.000 hari pertama," kata Yusuf, Jumat (16/5).
Di hari pertama uji coba pendaftaran PPDB SDN, Yusuf mengakui banyak orang tua CPDB yang mengalami kendala. Mayoritas kendala itu disebabkan permasalahan teknis seperti kesalahan input username dan password akun pendaftaran.
"Contoh misal nama Ibunya Zulaikha almarhum, belakang dikasih alm. Nah waktu dia (CPDB) login hanya (diinput) Zulaikha tidak ada alm. Nah itu bisa kita bantu, kita masukkan, ternyata password keliru, di belakang kurang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Karena itu, Yusuf memastikan bahwa situs atau website pendaftaran PPDB SDN maupun SMPN Surabaya telah berjalan optimal. Namun hal ini juga tergantung dari koneksi internet saat mengakses situs pendaftaran.
"Mungkin sinyalnya agak jelek, bisa cari tempat lain. Karena itu (kendala) banyak faktor," ujarnya.
Di samping itu, ia juga menyatakan bahwa Dispendik Surabaya bersama sejumlah pihak, telah melakukan sosialisasi PPDB SDN maupun SMPN secara masif. Baik itu dilakukan melalui kepala sekolah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kelurahan.
"Saya ngomong sama SMP dan SD, kalau kalau pun SD tanya ke SMP agar dibantu, misal tanya soal zonasi. Tapi yang terpenting jangan ikut memutuskan dan sifatnya membantu," jelasnya.
Selain sosialisasi melalui kelurahan, Dispendik Surabaya juga menyediakan 365 titik posko PPDB. Posko tersebut bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memahami dan mengakses alur PPDB online.
ADVERTISEMENT
"Itu di semua sekolah SDN - SMPN hingga SD swasta yang terdekat," tukasnya.