Tak Cuma Suroboyo Bus, Kini Ada Trans Semanggi Suroboyo, Ini Perbedaannya
·waktu baca 3 menit

Surabaya kembali menambah moda transportasi darat yang dapat menambah kenyamanan warga dalam bepergian. Bus Trans Semanggi Suroboyo namanya. Bus ini dilengkapi dengan IT yang bisa dengan mudah para pengguna atau warga mendownload aplikasinya di Play Store.
Dengan aplikasi yang diberi nama Teman Bus itu, para calon penumpang dengan mudah menentukan akan naik dan turun dimana, bus akan datang jam berapa dan sampai ditujuan jam berapa.
Di dalam Trans Semanggi Suroboyo ini sudah dilengkapi CCTV yang dapat memonitor para penumpang, termasuk bisa memonitor gerak-gerik pengemudi. Apabila pengemudi itu lalai atau tidak menjalankan SOP, maka akan menjadi bahan penalti kepada operator kepada yang bersangkutan.
“Transportasi yang nyaman, kami pastikan bus itu nyaman. Selain menggunakan AC, bus ini juga dilengkapi fasilitas lainnya, sehingga membuat nyaman para penumpangnya,” ujar Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Suharto, (29/12).
Lebih lanjut dikatakan Suharto, Trans Semanggi Suroboyo ini merupakan perubahan paradigma baru yang selama ini beberapa kota besar lainnya di luar Surabaya, mungkin pelaksanaan operasionalnya menggunakan sistem angkutan penumpang atau yang lebih dikenal sistem wajib setor kepada juragan.
“Tapi konsep Buy The Service (BTS) pada Trans Semanggi Suroboyo ini merupakan suatu konsep yang mana para operator dibayar dengan menggunakan rupiah perkilometer. Jadi, begitu roda menggelinding, berapa kilometer sesuai SOP yang ditetapkan, itulah yang akan kita berikan pembayarannya,” jelas Suharto.
Adapun nama Teman Bus merupakan kepanjangan dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Aman, dan Nyaman. Makanya, ia berharap Trans Semanggi Suroboyo ini akan menjadi backbone atau penumpang angkutan massal yang ada di Kota Surabaya dan menjadi pelayanan angkutan massal di wilayah aglomerasi dari Jawa Timur.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Teman Bus Trans Semanggi Suroboyo itu merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Surabaya karena dipercaya oleh Kemenhub RI untuk menjalankan BTS ini. Ia juga berkomitmen untuk terus mengembangkan transportasi massal atau transportasi umum, tapi transportasi umum itu yang aman dan nyaman.
“Inilah salah satu jawaban dari transportasi massal yang aman dan nyaman itu,” kata Eri.
Menurutnya, bantuan bus dari Kemenhub itu sebanyak 104 armada yang akan melayani enam koridor, yaitu koridor 1 (Terminal Purabaya ke Tanjung Perak via Jalan Raya Darmo), koridor 2 (Jalan Raya Lidah Wetan-Karang Menjangan-ITS), koridor 3 (Terminal Purabaya-Kenjeran via Merr), koridor 4 (GBT-UNESA-Mastrip), koridor 5 (Terminal Benowo-Tunjungan), koridor 6 (Terminal Purabaya-UNAIR Kampus C).
“Mulai 1 Januari 2022, kita akan mulai satu koridor dulu, yaitu Jalan Raya Lidah Wetan-Karang Menjangan-ITS. Yang lain akan menyusul, dan bahkan nanti akan ada bus listrik juga,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk bersama-sama menggunakan transportasi umum ini. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi, kalau mobilnya banyak dan motornya banyak, bisa menyebabkan macet dan polusinya banyak.
“Ayo kita sama-sama mencoba bus ini, dirasakan dan dinikmati bus ini. Saya terimakasih banyak kepada Kemenhub dan Pemprov Jatim yang telah mensupport program ini. Semoga ini bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi umat Kota Surabaya,” pungkas Eri.
