Tantangan Surabaya Capai Herd Immunity, Masih Ada Warga Takut Divaksin
·waktu baca 2 menit

Meski kasus COVID-19 di Surabaya terus melandai, namun vaksinasi tetap gencar dilakukan. Ini seperti yang dilakukan Puskesmas Wonokusumo, Surabaya. Menerjunkan 4 orang timnya, Puskesmas Wonokusumo melakukan vaksinasi dengan langsung mengunjungi kawasan tempat tinggal warga.
"Kegiatan vaksinasi jemput bola Puskesmas Wonokusumo dilakukan terhadap warga di RW 15 RT 4 Bulak Jaya, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir," ujar Matlilla, Ketua Upaya kesehatan Masyarakat dan koordinator Keperawatan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Wonokusumo, kepada Basra, Rabu (8/12).
Lebih lanjut diungkapkan Matlilla, dalam kegiatan vaksinasi tersebut pihaknya menargetkan 100 warga. Namun fakta di lapangan tak sesuai target. Pasalnya, hanya sekitar 50 warga yang datang ke Balai RW 15, lokasi digelarnya vaksinasi.
"Ini vaksinasi dosis pertama dan kedua. Kita dibantu Pak RW untuk mendatangkan warga, tapi ya tidak banyak yang datang. Tidak sesuai target," keluh Matlilla.
Usut punya usut, seperti dituturkan Matlilla, jika warga yang menolak vaksinasi lantaran masih takut. Mereka mengaku takut akan efek yang ditimbulkan usai suntik vaksin.
Matlilla menyayangkan sikap warga yang menolak ikut vaksin. Pasalnya, vaksin menjadi salah satu upaya pencegahan penularan COVID-19. Apalagi saat ini ada varian baru COVID-19 yang mengintai, yakni Omicron.
"Diperlukan adanya kerjasama lintas sektoral dan pemahaman bersama terutama terus melakukan edukasi pada warga, agar warga dengan sukarela mau divaksin," tukas Matlilla.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas COVID-19 Jatim, per Rabu (8/12), kasus aktif COVID-19 di Surabaya saat ini tersisa 7 orang. Angka ini menurun dari sehari sebelumnya yang terdapat 11 kasus aktif COVID-19 di Kota Pahlawan.
