Teknologi Kedokteran, Prodi Baru di ITS untuk Kembangkan Teknologi Kesehatan
·waktu baca 2 menit

Untuk mengembangkkan teknologi di bidang kesehatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuka program studi (prodi) baru untuk jenjang sarjana (S1).
Prodi yang baru dibuka pada tahun ini yaitu Teknologi Kedokteran yang merupakan pengembangan dari prodi Teknik Biomedik.
Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng mengatakan, prodi Teknologi Kedokteran ini nantinya akan berada di bawah naungan Departemen Teknik Biomedik.
“Selain Teknik Telekomunikasi, ITS juga membuka prodi baru Teknologi Kedokteran melalui jalur Mandiri dan Kemitraan mulai tahun ini,” ucapnya, Jumat (10/6).
Ashari menjelaskan, bahwa ITS harus bisa memperluas bidang keilmuannya, tidak hanya di bidang teknologi dan sains tetapi juga di bidang kesehatan.
“Selain Teknologi Kedokteran, ke depannya ITS juga akan meluncurkan prodi rumpun kesehatan lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Biomedik Dr Achmad Arifin ST MEng menuturkan, bahwa disiplin ilmu teknologi kesehatan di ITS sudah dicetuskan sejak tahun 1984.
Kemudian ITS memulai membuka departemen disiplin ilmu teknologi kesehatan pertama yakni Teknik Biomedik, dan tahun 2022, Teknik Biomedik berkembang dengan terbentuknya prodi Teknologi Kedokteran.
Terkait perbedaan Teknik Biomedik dengan Teknologi Kedokteran adalah implementasi disiplin ilmu tersebut. Teknik Biomedik memiliki ranah pembuatan dan pengembangan aspek teknologi dan riset, sedangkan teknologi kedokteran lebih ke ranah pengaplikasian teknologi yang dibuat.
“Karena masih serumpun, para siswa yang tertarik pada elektronika dan kesehatan dapat mengikuti seleksi kemitraan dan mandiri ITS,” tuturnya.
Rencananya, angkatan pertama prodi S1 Teknologi Kedokteran akan berjumlah 40 mahasiswa dengan menggunakan gedung Subdirektorat Koordinasi Perkuliahan Bersama (SKPB) untuk menjalankan kuliah nantinya.
Selain itu, untuk laboratorium kedokteran seperti anatomi dan fisiologi, pihaknya akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, sementara untuk laboratorium mata kuliah fisika, kimia, dan biologi berlokasi di ITS.
"Pada tahun pertama, kurikulum yang digunakan mirip dengan Teknik Biomedik. Kemudian pada tahun kedua hingga tahun akhir, mahasiswa akan difasilitasi untuk lebih banyak praktik langsung bersama dokter, seperti pengoperasian alat kesehatan secara langsung kepada pasien," ungkapnya.
Arifin berharap, dengan dibentuknya prodi S1 Teknologi Kedokteran dapat merealisasikan visi ITS yakni pemanfaatan teknologi pada kesehatan.
Selain itu, keahlian yang dipelajari mahasiswa dapat dijadikan bekal ilmu untuk dapat mengabdi kepada masyarakat. “Dengan begitu, cita-cita pendiri ITS untuk melayani kesehatan melalui teknologi dapat tercapai,” pungkasnya.
