Terbiasa Mager, Anak Muda Perlu Waspada 2 Penyakit Ini

Penyakit diabetes dan kolesterol sering disebut sebagai Silent Killer. Pasalnya, kedua penyakit ini gejalanya tidak selalu muncul di awal.
"Banyak orang merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal di dalam tubuhnya sudah terjadi kerusakan secara perlahan.” jelas dr. Renata Primasari, M.Biomed., Sp.PK, dokter spesialis patologi klinik dan dosen FK Untag Surabaya, dalam keterangannya seperti dikutip Basra, Minggu (22/6).
Ia pun menyoroti tren yang mengkhawatirkan di kalangan usia produktif.
“Yang membuat saya khawatir, saat ini justru kelompok usia muda karena gaya hidup modernnya yang pasif, makan makanan cepat saji tinggi gula dan lemak, serta jarangnya melakukan cek kesehatan. Perhatikanlah gejala kecil seperti sering haus, sering buang air kecil, turun berat badan tiba-tiba, atau cepat lelah. Jangan abaikan,” ingatnya.
Ia lantas berbagi wawasan terkait pentingnya deteksi dini.
“Sebagai dokter dengan latar belakang biomedis, saya sangat paham bagaimana penyakit ini berkembang. Edukasi dan pemeriksaan rutin adalah kunci utama untuk menghindari dampak fatal yang sebenarnya bisa dicegah,” ujarnya.
Renata menegaskan pentingnya kesadaran diri untuk segera melakukan pemeriksaan laboratorium.
“Untuk mengetahui apakah kita menderita diabetes atau tidak, satu-satunya cara yang pasti adalah melalui pemeriksaan laboratorium. Tes yang bisa dilakukan antara lain cek glukosa puasa, cek glukosa sewaktu, dan pemeriksaan HbA1c. Saya pribadi paling merekomendasikan cek HbA1c karena hasilnya bisa menunjukkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir, bukan hanya kondisi sesaat. Ini penting untuk gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi metabolisme gula tubuh kita,” katanya.
Renata turut menjelaskan pemeriksaan laboratorium yang tepat untuk kolesterol.
“Jenis-jenis yang perlu diperiksa antara lain HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat), trigliserida, dan total kolesterol. Total kolesterol ini merupakan akumulasi dari semua jenis kolesterol yang ada dalam tubuh kita,” paparnya.
Selain aktif sebagai akademisi dan dokter, Renata juga dikenal sebagai penulis buku berjudul “Infeksi Menular melalui Transfusi Darah 1” yang menambah kontribusinya dalam dunia medis, khususnya dalam edukasi laboratorium klinis.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan.
“Mulailah dari langkah kecil: makan sehat, olahraga teratur, dan kelola stres. Jangan tunggu sakit dulu untuk berubah,” ajaknya.
