Konten Media Partner

Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat Jelang Idul Adha

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hewan kurban yang telah diperiksa DKPP Surabaya ditandai dengan stiker penanda yang disematkan. Dok. Humas Pemkot Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Hewan kurban yang telah diperiksa DKPP Surabaya ditandai dengan stiker penanda yang disematkan. Dok. Humas Pemkot Surabaya

Bagi kamu yang ingin ikut berkurban di Idul Adha tahun ini, ada beberapa tips memilih hewan kurban yang sehat menurut anjuran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya.

Menurut keterangan Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet (Kesehatan Masyarakat dan Veteriner) DKPP Surabaya, Novia Andriani, selama hewan ternak itu berasal dari Jawa Timur dipastikan terbebas dari penyakit antraks.

Selain itu, hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari kondisi fisiknya seperti tidak cacat, tidak luka, tidak diare, serta kakinya tidak pincang. Kemudian, mata hewan itu juga terlihat bersinar bukan berair, serta kondisi cuping hidung lembab.

Cuping hidung yang kering bisa jadi tanda hewan tersebut dehidrasi karena baru didatangkan. Sedangkan untuk hewan kurban yang sakit terlihat dari bulunya yang kusam dan tidak klimis. Hewan kurban yang sehat bulunya mengkilat.

Untuk memudahkan masyarakat mengenali mana hewan kurban yang sudah diperiksa DKPP dan telah memenuhi kriteria sehat, hewan kurban tersebut diberi tanda atau stiker.

Pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan DKPP juga melihat kondisi organ dalam, seperti hati dan paru-paru. Novia menilai, pada musim-musim seperti ini hewan sangat rentan terhadap penyakit.

“Kenapa kok kita lebih memilih melihat organnya, karena kita khawatirkan pada saat Idul Qurban orang-orang memasak tidak penuh, misal seperti sate hati dimasak setengah matang. Kalau termakan oleh kita bisa menyebabkan diare akut, demikian juga dengan paru-paru. Itu yang lebih kita tekankan,” kata Novia.

Berikut ini tips memilih hewan kurban dari DKPP Surabaya:

  1. Bermata cerah dan bersih tidak terdapat kemerahan.

  2. Lidah berwarna merah muda dan tidak ditemukan lepuhan.

  3. Mukosa hidung lembab, tidak kering atau berair.

  4. Bernapas normal, tidak bersuara batuk atau ngorok.

  5. Bentuk tubuh proporsional, bulunya mengkilat serta tidak terdapat luka.

  6. Tekstur kototan cenderung lembek, tidak cair (sapi), dan berbentuk bulat (kambing). Berwarna coklat kehitaman dan tidak terdapat bercak darah.