UK Petra dan Ubaya Siap Lakukan Perkuliahan Tatap Muka
·waktu baca 3 menit

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk siswa jenjang SD–SMP di Surabaya, telah berlangsung sejak Senin (6/9). Selain di jenjang sekolah, beberapa perguruan tinggi di Surabaya juga tengah bersiap melakukan kuliah tatap muka dan dalam jaringan (daring) atau kelas hybrid.
Salah satunya yakni Universitas Kristen Petra Surabaya. Staf Humas dan Informasi Studi UK Petra, Ajeng Dyah Puspitasari mengatakan, jika pihaknya telah mempersiapkan kelas hybrid sejak Desember 2020.
"Persiapan kuliah hybrid sebenarnya sudah kami siapakan sejak Desember 2020 untuk perkuliahan yang dimulai Februari 2021. Tapi batal karena kasus COVID-19 naik lagi. Setelah itu bulan Juni atau Juli kami melakukan persiapan kedua," kata Ajeng, Selasa (7/9).
Ajeng menuturkan, persiapan yang dilakukan UK Petra lebih pada infrastruktur. Seperti menyiapkan kelas dengan fasilitas perkuliahan hybrid (kelengkapan software audio dan video di semua kelas), pelatihan dosen untuk perkuliahan hybrid, hingga protokol kesehatan saat di lingkungan kampus.
"Wastafel portable lengkap dengan sabun di berbagai sudut kampus sudah kami siapakan, sebelum masuk kampus petugas melakukan pengecekan suhu tubuh dan pendataan. Kami juga memasang berbagai poster 3M di seluruh area kampus," tuturnya.
Terkait kapan UK Petra akan melakukan perkualiahan hybrid, pihaknya masih menunggu instruksi dari satgas COVID-19 kota Surabaya. "Untuk persiapannya kami sudah siap untuk perkuliahan hybrid," ujarnya.
Selain di UK Petra, hal yang sama juga dilakukan oleh Universitas Surabaya (Ubaya). Wakil Rektor 1 Ubaya, Maria Goretti Marianti Purwanto mengatakan, saat ini perkuliahan tatap muka akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang membutuhkan sarpras (sarana prasarana) fisik laboratorium.
Misalnya mahasiswa yang akan melakukan tugas akhir dan praktikum di fakultas maupun prodi terkait, seperti Kedokteran, Farmasi, Bioteknologi, Teknik Kimia, Teknik Mesin dan Manufaktur, Teknik Elektro, Teknik Informatika atau Teknik Industri.
"Rata-rata Prodi dan Fakultas di Ubaya pada semester ini menjadwalkan untuk praktikum offline secara terbatas di kampus. Tentunya dengan tetap melakukan pengaturan kapasitas sesuai protokol kesehatan," kata Maria.
Maria mengungkapkan, pengaturan aktivitas offline ini sudah dikomunikasikan dengan mahasiswa dan orang tua. Sebelumnya pihaknya telah memberikan form terkait kesediaan dan ijin orang tua yang telah ditandatangani sebagai prasyarat untuk mahasiswa bisa melakukan perijinan masuk ke kampus.
"Pengaturan ini sekaligus sebagai langkah bagi Ubaya untuk melakukan verifikasi terhadap sistem dan protokol yang telah disiapkan guna menyambut kuliah offline atau tatap muka," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan persiapan terkait kuliah tatap muka, seperti mengatur kapasitas ruang, meminimalkan terjadinya kontak melalui benda fisik, dan menyiapkan protokol kesehatan.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh warga kampus untuk membawa barang bawaan wajib atau tool kit ketika di kampus. Di antaranya masker cadangan, alat tulis pribadi, tisu kering, tisu basah, hingga hand sanitizer," pungkasnya.
