Konten Media Partner

Wisudawan Terbaik FT Unesa 2025 Ciptakan Inovasi Deteksi Baby Blues Syndrome

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammad Ainurrofiq Anwar Buhang mengukuhkan diri sebagai wisudawan terbaik Fakultas Teknik pada Wisuda ke-117 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 3,90.
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Ainurrofiq Anwar Buhang mengukuhkan diri sebagai wisudawan terbaik Fakultas Teknik pada Wisuda ke-117 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 3,90.

Muhammad Ainurrofiq Anwar Buhang mengukuhkan diri sebagai wisudawan terbaik Fakultas Teknik pada Wisuda ke-117 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 3,90. Pria kelahiran Mojokerto, 28 Agustus 2002 itu menutup masa studinya dengan deretan prestasi nasional yang impresif.

Mulai dari lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Ormawa (Kemendikbud) 2023 hingga menjadi juara pertama di berbagai kompetisi ilmiah—Call for Paper HMPS Banking Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, LKTI HMP Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, LKTI INOVATION FEB Universitas Pekalongan, dan LKTIN EVOST Universitas Wiraraja Madura pada 2023.

Di akhir studinya, Ainurrofiq menulis skripsi berjudul “Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Baby Blues Pasca Melahirkan Menggunakan Metode Certainty Factor.” Melalui penelitian tersebut, ia mengintegrasikan kecerdasan buatan dan aspek psikologis untuk membantu deteksi dini baby blues syndrome.

“Aplikasi ini tidak hanya sebagai alat diagnosis awal, tetapi juga memberi edukasi serta rekomendasi tindak lanjut. Ini bisa menjadi solusi inovatif di bidang kesehatan mental ibu pasca-melahirkan,” kata Ainurrofiq seperti dikutip dari lama Unesa.

Ketertarikannya pada teknologi dan logika digital sudah tumbuh sejak sekolah. Ia gemar bereksperimen membuat aplikasi sederhana, sehingga memilih Program Studi S-1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Unesa sebagai tempat mengembangkan minatnya.

“Saya semakin tertarik menekuni bidang informatika dan ingin menjadi bagian dari perkembangan teknologi dunia,” ujarnya.

Baginya, masa kuliah di Unesa adalah periode penuh pengalaman berharga. Selain belajar teori, ia aktif mengikuti kompetisi ilmiah dan bisnis, mengembangkan proyek digital, serta berorganisasi. Aktivitas tersebut tidak hanya memperluas wawasannya, tetapi juga melatih ketangguhan dan kemampuan adaptasinya.

Untuk menjaga keseimbangan antara kuliah dan berbagai aktivitas tersebut, ia menyusun jadwal prioritas dan menerapkan prinsip bahwa semua kegiatan harus saling menguatkan. Pembagian waktu menjadi tantangan tersendiri, namun dukungan orang-orang terdekat sangat membantunya melewatinya.

Dalam belajar, ia mengandalkan pendekatan aktif: memahami konsep, membuat rangkuman digital, berdiskusi, dan mencari referensi ilmiah dari jurnal maupun dokumentasi resmi. Upaya itulah yang membuatnya konsisten mempertahankan prestasi.

Motivasi terbesarnya berasal dari orang tua. Doa dan kepercayaan mereka menjadi kekuatan yang mengiringi setiap langkahnya. Ia ingin membuktikan bahwa kerja keras, bukan latar belakang, yang menentukan masa depan. “Jangan takut gagal dan jangan menunggu siap,” pesannya.

Hobi membaca, olahraga, dan nongkrong membuatnya tetap seimbang di tengah padatnya aktivitas. Ia juga mendorong mahasiswa lain agar berani memulai dari hal kecil, konsisten, dan tidak takut mencoba. Menurutnya, menang atau kalah adalah bagian wajar dari proses membangun karakter tangguh, bukan sekadar mengejar IPK tinggi.

Kini, setelah bekerja sebagai developer, Ainurrofiq terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi. Ia juga membuka peluang untuk melanjutkan studi demi memperdalam keilmuan dan memperluas jaringan profesional.