Konten Media Partner

YKAKI Surabaya Ingin Buka Sekolah Gratis untuk Anak Kanker

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto : Masruroh
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Masruroh

Denayah tak hentinya tertawa melihat aksi panggung pendongeng Kak Haris. Bocah 10 tahun asal Lamongan itu bahkan dengan sigap berdiri saat diminta untuk berjoget bersama. Siapa sangka di balik keceriaannya, Denayah menderita penyakit serius, leukimia. Denayah merupakan 1 diantara 21 anak penghuni rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) cabang Surabaya.

Rabu (10/4) sore, Denayah dan kawan-kawannya menerima kunjungan dari tim Hotel Arcadia yang turut serta membawa pendongeng Kak Haris dan bonekanya, Ayis. Tak pelak kehadiran Kak Haris dan Ayis disambut antusias anak-anak yang tengah berjuang untuk bertahan hidup di tengah ganasnya penyakit kanker yang mereka derita.

"Ayis nya lucu, pingin gendong," tukas Denayah dengan mata berbinar.

Dikatakan Dwi Prayitno, General Manager Hotel Arcadia by Horison, pihaknya merasa bersyukur memiliki kesempatan mengunjungi anak-anak YKAKI. Dwi takjub akan ketabahan sekaligus kekuatan yang ditunjukkan anak-anak YKAKI.

''Kunjungan kami ini merupakan rangkaian kegiatan hari jadi hotel. Kami bersyukur bisa mengunjungi anak-anak YKAKI. Di usia mereka yang seharusnya asyik bermain tetapi harus berjuang melawan penyakit kanker. Mereka sangat luar biasa,'' jelas Dwi kepada Basra.

Usai menyaksikan aksi panggung Kak Haris dan Ayis, anak-anak YKAKI lantas diajak mengikuti kegiatan cooking class. Kali ini mereka diajak menghias kue donat.

Anisah Harun, Ketua YKAKI cabang Surabaya mengungkapkan, hari ini tepatnya 11 April YKAKI cabang Surabaya genap berusia 6 tahun. Ada begitu banyak harapan yang ingin diwujudkan YKAKI di usianya yang ke 6 tahun.

''Kami berharap bisa memiliki rumah yang tetap, tidak lagi ngontrak. Saat ini kami masih mengontrak dengan biaya 120 juta rupiah setiap tahunnya. Tentu saja sangat memberatkan buat kami,'' kata Anisah.

Selain rumah tetap, YKAKI juga berharap ada area khusus untuk mewujudkan 'Sekolahku' di rumah sakit Dr. Soetomo. Dengan adanya 'Sekolahku', anak-anak yang sedang menjalani masa pengobatan dapat belajar gratis.

''Tidak hanya anak-anak penderita kanker, tapi juga anak-anak yang berobatnya butuh waktu lama bisa belajar di 'Sekolahku'. Mudah-mudahan itu bisa segera terwujud,'' harap Anisah. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)