Jelang Musim Hujan, Pembangunan Jembatan Penghubung Bojonegoro-Tuban Dikebut
ยทwaktu baca 3 menit

Bojonegoro - Jelang musim penghujan, pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (Kare) atau Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban, yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, yang menghubungkan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dengan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, terus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, agar selesai sesuai waktu yang ditentukan.
Saat ini, pihak kontraktor sedang melakukan pekerjaan pemancangan pilar yang ada di tengah Sungai Bengawan Solo.
Pengerjan pilar tersebut didahulukan guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu debit air Sungai Bengawan Solo naik saat munsim penghujan, dan ditargetkan pemancangan pilar tersebut akan selesai akhir Agustus 2021.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga I, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bojonegoro, Radityo Bismoko kepada awak media ini Senin (23/08/2021) menjelaskan bahwa saat ini pihak kontraktor sedang mengerjakan pembangunan struktur bawah jembatan, yaitu pilar atau tiang pancang, khususnya tiang pancang yang ada di tengah Sungai Bengawan Solo.
"Kita mengutamakan penyelesaian pemasangan tiang pancang di pilar dua dan tiga, sebab lokasinya berada di tengah Sungai Bengawan Solo," kata Radityo Bismoko. Senin (23/08/2021)
Menurutnya, pengerjan pilar dua dan tiga tersebut lebih didahulukan karena untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu debit air Bengawan Solo naik saat musim penghujan mendatang.
"Sat ini pekerjaan pancang pada pilar tiga telah selesai pengerjaannya, sedangkan pengerjaan pilar dua masih proses pemancangan. Ditargetkan akan selesai akhir Agustus 2021." kata Radityo Bismoko.
Selain itu, pihak kontraktor juga telah menyelesaikan pemasangan U-ditch saluran air pada sisi Kecamatan Kanor sepanjang 600 meter. "U-ditch pada sisi Kanor sudah selesai. Saat ini U-ditch pada sisi Rengel dalam tahap pengerjaan," kata Radityo Bismoko.
Untuk diketahui, konstruksi Jembatan Kanor-Rengel (Kare) memiliki panjang 210 meter, terdiri dari 5 bentang menggunakan rangka baja, dengan panjang bentang pertama 20 meter, bentang kedua 55 meter, bentang ketiga 60 meter, bentang keempat 55 meter, bentantang kelima 20 meter, dengan lebar jalur kendaraan 7 meter dan trotoar masing-masing sisi satu meter (total 2 meter), sehingga lebar jembatan 9 meter. Nantinya, jembatan tersebut diperkirakan bisa menopang beban seberat 120 ton.
Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (Kare), merupakan konsep pembangunan kawasan yang bertujuan untuk mendukung aksesbilitas masyarakat di kedua kawasan tersebut, sehingga dapat meningkatkan pergerakan masyarakat, yang nantinya akan berdampak positif pada sektor ekonomi, sosial, jasa, pariwisata, dan budaya, serta diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di kedua kawasan.
Jembatan Kanor-Rengel (Kare), dibangun dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tahun 2021, dengan pagu anggaran Rp. 93,78 miliar. (adv/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
