Konten Media Partner

Jembatan Runtuh, Dinas PUPR Bojonegoro Segera Bangun Jembatan Darurat

Berita Bojonegoroverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi truk tronton nomor polisi W 8254 UR yang terperosok di jembatan Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Bojonegoro.
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi truk tronton nomor polisi W 8254 UR yang terperosok di jembatan Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Bojonegoro.

Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung antara Desa Ngasem dan Desa Bandungrejo, yang berada di jalan poros desa yang berada di Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (11/12) sekira pukul 16.30 WIB, runtuh atau roboh, setelah dilewati truk yang mengangkut pasir, yang diperkirakan mencapai kurang lebih 40 ton.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bojonegoro, akan segera membuat jembatan darurat di salah satu sisi jembatan yang runtuh atau roboh tersebut, agar akses warga yang hendak melintas di jalur tersebut tidak terganggu.

Baca: Jembatan di Ngasem Bojonegoro Runtuh Saat Dilewati Truk Proyek JTB

Baca juga: Jembatan Runtuh di Bojonegoro, Warga Harus Tempuh Jarak 20 Kilometer

Kepala Bidang (Kabid) Jembatan dan Peralatan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bojonegoro, Wardi Amd, kepada awak media ini menuturkan bahwa pihaknya pihaknya akan segera mengecek kondisi tersebut, yang selanjutnya akan membuat jembatan darurat di salah satu sisi jembatan yang ambruk tersebut, agar akses warga yang hendak melintas di jalur tersebut tidak terganggu.

"Nantinya akan kita bikin jalan darurat agar supaya akses jalan tersebut kembali normal," tutur Wardi, Kamis (12/12/2019) pagi.

Wardi juga menyesalkan runtuhnya jembatan tersebut yang diakibatkan oleh truk tronton yang bermuatan melebihi kapasitas jembatan. Menurutnya, seharusnya truk tronton tersebut tidak melalui jembatan tersebut, karena volume muatan truk tersebut diperkirakan 25 kubik pasir atau diperkirakan setara dengan 50 ton, sementara jembatan tersebut hanya mampu dilewati muatan maksimal 10 ton.

"Yang jelas di atas tonase, Jembatan tersebut jembatan lama, hanya mampu dilewati muatan di bawah 10 ton," tuturnya.

Wardi juga mengungkapkan bahwa gelagar jembatan tersebut bukan baru, melainkan jembatan lama. Namun ia mengaku bahwa sebelumnya pihaknya telah membuat tembok penahan tanah di sisi kanan dan kiri jalan, dengan menggunakan Anggaran dari APBD, dengan pagu anggaran Rp 190 juta, namun untuk gelagar jembatan masih belum dilakukan pembangunan.

"Glagar jembatan tersebut bukan baru, melainkan jembatan lama dan sudah waktunya dilakukan peningkatan status jalan, namun masih butuh proses." tutur Wardi.

Untuk diketahui, bahwa kronologi runtuhnya jembatan tersebut bermula pada Rabu (11/12/2019) sekira jam 16.30 WIB, kendaraan truk tronton nomor polisi W 8254 UR yang bermuatan pasir sedang melintas dari arah timur menuju ke barat, di poros kecamatan yang menghubungkan Desa Ngasem dan Desa Bandungrejo, untuk menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB).

Akibat dari runtuhnya jembatan tersebut, aktivitas warga Desa Bandungrejo yang hendak menuju ke Kecamatan Ngasem terganggu, karena tidak ada jalan alternatif yang jaraknya dekat. Warga harus memutar melewati jalan alternatif yang jaraknya diperkirakan sekitar 20 kilometer. Sementara kalau melewati jembatan tersebut hanya berjarak kurang lebih 5 kilometer. (red/imm)

Reporter: Dan Kuswan SPd

Editor: Imam Nurcahyo

Editor: Imam Nurcahyo

Artikel ini telah terbit di: https://beritabojonegoro.com

Dengan judul: Jembatan di Ngasem Runtuh, Dinas PUPR Bojonegoro Segera Bangun Jembatan Darurat