Konten Media Partner

Jumlah ODP di Blora 234 Orang, PDP 3 Orang, Positif Nihil

Berita Bojonegoroverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Infografis Perkembangan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Blora hingga Senin (30/03/2020) pukul 12.25 WIB.
zoom-in-whitePerbesar
Infografis Perkembangan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Blora hingga Senin (30/03/2020) pukul 12.25 WIB.

Blora - Jumlah kumulatif orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) di Kabupaten Blora pada Senin (30/03/2020) mengalami kenaikan menjadi 260 orang, yang tersebar di 16 kecamatan, sementara 26 telah dinyatakan selesai dalam pemantauan, sehingga jumlah ODP eksis sebanyak 234 orang .

Untuk jumlah kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 4 orang dan 1 PDP dinyatakan negatif sehingga PDP eksis tersisa 3 orang. Sedangkan pasien positif virus corona masih nihil.

Jumlah ODP eksis tersebut naik 23 orang jika dibandingkan dengan ODP hari sebelumnya sebanyak 211 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tetap sebanyak 3 orang.

embed from external kumparan

Bupati Blora, Djoko Nugroho mengatakan bahwa pasien dalam pengawasan (PDP) di Blora ada empat orang, namun yang satu orang sudah dinyatakan negatif, sehingga masih tiga yang PDP.

“Satu dirawat di RSUP dr Kariyadi Semarang, dan dua dirawat di RSUD dr R Soetijono Blora. Alhamdulillah hingga kini belum ada yang positif,” ucap Bupati. Senin (30/03/2020)

Bupati berharap masyarakat bisa mempertahankan kondisi ini agar tidak ada yang positif terkena Covid-19, dengan cara mengikuti semua himbauan pemerintah.

“Para Kades bisa melakukan pembatasan Desa atau Kelurahan. Yakni dengan gotong royong dan siskamling untuk mengendalikan masyarakat desa, mencegah agar tidak keluar dan mendata yang masuk. Camat dan Kades untuk melaporkannya ke Posko ini,” kata Bupati.

Bupati lantas meminta agar seluruh pemudik yang pulang kampung untuk tetap tinggal di rumah terlebih dahulu selama 14 hari.

“Pemkab juga sudah menyiapkan kamar-kamar isolasi di seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun rumah sakit swasta. Klinik Bakti Padma juga kita siapkan sebagai bentuk antisipasi atau cadangan. Kita berharapnya mudah-mudahan tidak ada yang positif,” tutur Bupati menambahkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto SKM MKes terus menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta selalu mengutamakan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Virus ini hanya bisa ditangkal dengan kondisi imunitas tubuh yang baik. Sehingga jika masyarakat panik maka imunitas tubuh semakin turun. Kami minta agar makan asupan gizi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup dan selalu cuci tangan pakai sabun,” tutur Lilik Hernanto.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar membatasi aktifitas keluar rumah yang tidak begitu penting guna meminimalisir potensi penularan. Jika terpaksa keluar diminta untuk memakai masker.

"Bagi warga yang tidak berkepentingan jangan sering keluar rumah, hindari tempat ramai, dan tentu jangan panik, " pungkasnya. (teg/imm)

Reporter: Priyo SPd

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Artikel ini telah terbit di: https://beritabojonegoro.com

embed from external kumparan