Pencarian populer

Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer di Blora akan Dipugar

Oleh Priyo Spd
Blora - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memugar rumah masa kecil sastrawan kondang Pramoedya Ananta Toer di Blora. Pengerjaannya ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan.
ADVERTISEMENT
Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia Dra Triana Wulandari MSi mengatakan rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer nantinya akan dipugar dan dijadikan sebagai rumah sastra.
"Nanti kita akan pugar rumah masa kecil Pak Pram ini dan mohon izin kepada keluarga Pak Pram juga,” kata Direktur Sejarah Kemendikbud Dra Triana Wulandari MSi, Jumat (14/09/2018).
Menurutnya, dalam pemugaran rumah semasa kecil Pram ini akan dilakukan selama tiga bulan dan dimulai bulan Oktober nanti dengan peletakan batu pertama.
"Ditargetkan Desember 2018 sudah selesai pada tahap pertama ini, nanti kemungkinan ada dua tahap semoga lancar mohon doa dari semua pihak," imbuhnya.
Selaku Direktur Sejarah, dirinya mengaku bangga bahwa karya-karya Pram bisa dinikmati dan dibaca. Yang paling penting rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer akan dijadikan sebagai rumah sastra. Hal ini tentu perlu dilestarikan yaitu dengan melakukan pemugaran rumah agar masyarakat tetap tahu akan sastrawan dunia yang lahir di Blora.
ADVERTISEMENT
“Karya-karya Pram tidak hanya dinikmati sebagai perpustakaan, tetapi sekaligus sebagai rumah belajar dan menulis bagi seluruh warga masyarakat di Blora, Indonesia dan luar negeri. Karena Pramoedya dikenal seluruh dunia, nantinya rumah tidak akan diubah bentuknya sehingga human interesnya tetap terjaga,” jelasnya.
Wakil Bupati Blora H Arif Rohman, MSi menyampaikan sangat berterimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang rencananya akan memugar rumah semasa kecil Pram ini dan semoga ini nanti membawa dampak positif bagi Blora.
"Kami sangat senang dan menyambut hal baik ini, dengan pemugaran ini tentu anak-anak Blora bisa mengenang sejarah kejayaan Pram yang merupakan sastrawan luar biasa," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, dirinya juga sudah koordinasi dengan sejumlah BUMN bahwa punya mimpi, yang sudah diawali oleh Dirjen Kebudayaan nanti kalau diijinkan oleh keluarga akan di bangun pendapa atau joglo dari kayu jati.
“Nanti akan disiapkan kamar-kamar untuk pengunjung. Setiap hari Minggu atau libur diadakan lomba penulisan bagi anak-anak pelajar,” terangnya. (teg/kik).
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85