Konten dari Pengguna

Terima Kasih Indonesia: Hadir Lebih dari 25 Tahun, Bhinneka Terus Bert

Bhinneka.Com

Bhinneka.Com

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bhinneka.Com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi pionir e-commerce di Indonesia, Bhinneka (dahulu dikenal sebagai Bhinneka.Com) terus bertumbuh sepanjang lebih dari 25 tahun perjalanannya. Termasuk saat ini, ketika e-commerce dan ekonomi digital secara umum telah berkembang sedemikian rupa, menghasilkan ekosistem yang dinamis hingga mengundang suntikan modal dari berbagai pihak di dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat pun ikut terpengaruhi. Mulai dari yang mencoba berbelanja online, hingga yang lebih suka berbelanja online karena berbagai fitur dan kemudahannya.

Kini, Bhinneka tak hanya menjadi toko online. Sebagai sebuah perusahaan e-commerce, Bhinneka telah memiliki beberapa unit bisnis untuk segmentasi dan fokus pasarnya masing-masing. Ada situs Bhinneka.Com untuk penjualan retail (business-to-consumer; B2C), platform Bhinneka Bisnis untuk pengadaan perusahaan berbagai skala (business-to-business; B2B), kerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) melalui platform e-Katalog (business-to-government; B2G), serta Bhinneka Digital Printing Solutions (DPS) untuk kebutuhan bisnis khusus large format inkjet printer beserta keperluan terkait lainnya.

Evolusi bisnis ini tak terlepas dari kehadiran masyarakat Indonesia sebagai konsumen, beserta kolaborasi yang terjadi. Baik dari level retail hingga kerja sama pemerintahan, semuanya merupakan mitra Bhinneka untuk bertumbuh. Termasuk dalam lima tahun terakhir, ketika pertumbuhan bisnis Bhinneka selalu mencapai dua digit.

"Kami sangat bangga, menjadi pemain e-commerce di Indonesia yang terus berinovasi selama 25 tahun. Kami pun terus mengembangkan dan menyesuaikan model bisnis, agar tetap relevan memenuhi kebutuhan tak hanya individual, melainkan juga korporasi dan UKM di Tanah Air," kata Hendrik Tio, CEO & Founder Bhinneka di Fairmont Hotel, awal pekan ini.

CEO & Founder Bhinneka, Hendrik Tio.

Kepada para wartawan yang hadir, Hendrik Tio beserta jajaran petinggi lainnya, yaitu Chief of Omni Channel Officer (COCO), Vensia Tjhin; Chief of Technology (CTO), Lodewijk Christoffel Tanamal; beserta Director of Corporate Sales, Heriyadi Janwar memberikan gambaran terkini dari capaian Bhinneka saat ini.

Untuk Bhinneka DPS, misalnya, dijelaskan bahwa proses bisnis yang terjadi mencakup dari hulu ke hilir. Bukan sekadar memasarkan produk, tetapi juga mencakup konsultasi bisnis mengenai pemilihan perangkat dan optimalisasi penggunaan, layanan purnajual dan perbaikan, ketersediaan bahan-bahan, ketersediaan teknisi dan ahli Color Management, serta beberapa aspek lainnya.

Sedangkan pada segmen retail, Bhinneka konsisten mengimplementasikan dan terus meningkatkan strategi omni channel yang sudah berjalan selama ini. Salah satunya, ditandai dengan kehadiran sembilan Bhinneka Store di Jakarta dan sekitarnya, serta Surabaya. Masih akan bertambah lagi sepanjang 2019.

Implementasi strategi omni channel pun tak terlepas dari pengembangan teknologi yang terus dilakukan. Sebab tak dimungkiri, pengalaman dan situasi yang terus berubah sejak 1999, tahun ketika situs Bhinneka.Com diluncurkan, sudah begitu jauh berbeda. Konsumen pun dimanjakan dengan sedemikian banyak fasilitas, promo marketing yang dihadirkan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bhinneka di ranah retail.

"Penerapan strategi omni channel di Bhinneka, sederhananya adalah mencakup keseluruhan aktivitas transaksi. Mulai pemilihan produk, pembelian, pembayaran, pengiriman, hingga after sales semuanya terkoneksi," jelasnya, seraya menambahkan interkoneksi ini terjadi mulai dari toko, baik online maupun offline, sampai ke Bhinneka Service Center, yang menjadi Authorized Service Partner (ASP) bagi lebih dari sepuluh brand ternama di berbagai segmen. Termasuk untuk large format inkjet printer seperti Roland, Flora, HP Latex, Colmar, dan sebagainya.

Bhinneka DPS dalam pameran AllPrint 2018, Oktober lalu.

Tidak ketinggalan, kehadiran Bhinneka selama seperempat abad pun telah menjadikannya mampu taat pajak secara penuh. Selain menjadi Wajib Pajak (WP) VIP-1, Bhinneka juga diakui pemerintah perihal keterbukaan informasi dan transparansi. Ditandai dengan penghargaan yang telah diterima di akhir 2018 kemarin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Baca juga: "Berani Buka-bukaan Data, Bhinneka Raih Penghargaan Kemkominfo"

Semua agar terus menjadikan Bhinneka yang #AsliBikinTenang

CEO Bhinneka, Hendrik Tio; Chief of Omni Channel (COCO), Vensia Tjhin; Chief of Technology (CTO), Lodewijk Christoffel Tanamal; Director of Corporate Sales, Heriyadi Janwar.