Bahas Kereta Cepat Bareng China, RI Pastikan Keberlanjutan Pembiayaan

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia dan China tengah membahas keberlanjutan pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hal ini ia ungkapkan usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8).
Selain itu, ia menyampaikan kedua negara turut membahas keberlanjutan Belt and Road Initiative (BRI).
“Dengan komitmen bahwa ini adalah sesuatu yang harus terus berlanjut dan perlu ada keberlanjutan pembiayaan, dan termasuk juga alternatif-alternatif peningkatan volume penumpang di rute Kereta Cepat ini,” ucap Sugiono di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).
Kemudian, Sugiono menambahkan di sektor keuangan Indonesia dan China sepakat memperkuat kolaborasi guna mendukung proyek pembangunan prioritas serta mendorong pemanfaatan transaksi mata uang lokal.
“Kami juga akan terus mempererat kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi, dan mineral melalui pengembangan industri yang mendukung ketahanan nasional,” sebutnya.
Ke depan, Sugiono menyatakan kolaborasi ini bakal diperluas ke sektor teknologi mutakhir dan kecerdasan buatan (AI), termasuk rencana pengembangan satelit komunikasi bersama.
“Ke depan kerja sama termasuk juga akan mencakup hal-hal di bidang teknologi mutakhir dan artificial intelligence termasuk pengembangan satelit komunikasi bersama dan beberapa hal lain di bidang teknologi mutakhir tersebut,” tutur Sugiono.
Perkembangan Restrukturisasi Utang Whoosh
Beberapa bulan lalu, Duta Besar China untuk RI Wang Lutong mengatakan progres terkini dari restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Ia memastikan komunikasi kedua pihak berjalan lancar.
“Jadi kami terus menjalin komunikasi yang sangat erat dengan pihak-pihak terkait dan kementerian di sini (Indonesia). Semuanya berjalan dengan baik,” kata Wang Lutong saat ditemui di sela acara FPCI China-Indonesia Think Thank and Media Forum, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).
Meski begitu, Wang Lutong masih belum bisa memastikan apakah telah ada kesepakatan, mengingat proses diskusi masih berlangsung. “Namun, semuanya berada di jalur yang benar,” tutur Wang.
Pemerintah juga tengah menyiapkan skema baru untuk pengelolaan Kereta Cepat Whoosh seiring upaya penyelesaian restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah telah menyepakati penyelesaian kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat bersama Kemenkeu, Kemenhub, PT KAI, dan BPI Danantara.
"Untuk restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung, sebetulnya kami bertiga, berempat sebetulnya, ya, Kemenko Infrastruktur, kami menjembatani tentunya ini terkait dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan dan juga Danantara, tentu KAI sendiri juga dilibatkan sebagai stakeholder utama," kata AHY, saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Selasa (16/6).
