Kumparan Logo

BPS Catat Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Bidang Statistik Distribusi Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Bidang Statistik Distribusi Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada Juni 2026 menunjukkan inflasi sebesar 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan (yoy), menunjukkan tingkat inflasi sebesar 3,34 persen.

“Secara tahunan atau year on year terjadi inflasi sebesar 3,34 persen. Secara year to date, terjadi inflasi sebesar 1,79 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).

Ateng mengatakan, penyumbang inflasi bulanan terbesar pada bulan Juni berasal dari kelompok transportasi, dengan inflasi 2,29 persen dan andil inflasi 0,28 persen. Kemudian, penyumbang inflasi diikuti tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen, serta pelumas atau oli mesin yang memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Selain kelompok transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan andil terhadap inflasi Juni 2026 sebesar 0,06 persen, dengan tingkat inflasi kelompok mencapai 0,20 persen.

“Komoditi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberi andil inflasi di terutama bawang merah, andilnya 0,04 persen. Bawang putih itu memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan juga beras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” kata Ateng.

Sementara itu, penyumbang utama inflasi Juni 2026 secara tahunan terutama oleh tiga kelompok pengeluaran. Pertama kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi 1,36 persen terutama ikan segar, beras, minyak goreng, dan cabai merah. Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,69 persen.

“Ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” kata Ateng.

Adapun penyumbang utama ketiga kelompok pengeluaran transportasi dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,55 persen terutama bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, dan pelumas/oli mesin.