BSI International Expo 2026 Digelar Bulan Depan, Bidik Transaksi Naik 30%

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan kembali menggelar BSI International Expo pada 22-25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Hall A & B, Jakarta. Ajang ini mempertemukan pelaku UMKM, brand lokal, industri halal, buyer, investor, komunitas, hingga konsumen.
BSI International Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga dirancang sebagai platform bisnis untuk membuka peluang kolaborasi, memperluas akses pasar, serta mempertemukan produk lokal dengan potensial buyer dari dalam maupun luar negeri.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, BSI mencatat total transaksi sebesar Rp 2,66 triliun dalam BSI International Expo 2025 yang berlangsung pada 26-29 Juni 2025 di Jakarta Convention Center (JCC). Tahun ini, BSI menargetkan nilai transaksi dapat tumbuh sekitar 10-30 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
SEVP Consumer Product Solution BSI Wawan Setiawan mengatakan industri halal Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari besarnya pasar domestik, tetapi juga meningkatnya permintaan global terhadap produk halal.
Oleh karena itu, BSI dalam dua tahun terakhir aktif menggelar BSI International Expo untuk mendorong pelaku usaha lokal, khususnya yang bergerak di sektor halal, agar dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Upaya tersebut kemudian sejalan dengan tema BSI International Expo 2026, Buy Local Go Global.
“Buy Local Go Global adalah upaya membawa produk lokal dari pasar domestik menuju pasar yang lebih luas. Kami ingin expo ini memberikan manfaat yang lebih konkret bagi pelaku usaha melalui terbukanya koneksi bisnis, peluang transaksi, kolaborasi, hingga akses pasar baru,” kata Wawan dalam Konferensi Pers BSI International Expo 2026 di BSI Tower, Jakarta, Rabu (23/9).
Wawan mengatakan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, BSI ingin menjadikan expo tersebut sebagai salah satu wadah untuk mengangkat produk-produk UMKM lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dorong UMKM Naik Kelas
SEVP Digital Banking BSI M. Misbahul Munir mengatakan BSI International Expo juga menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat rantai nilai industri halal. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiayaan, digitalisasi, transaksi, serta perluasan akses pasar bagi UMKM binaan.
Ia mengatakan BSI telah membantu ribuan pelaku UMKM meningkatkan skala usahanya. Salah satunya melalui pembiayaan bagi nasabah segmen super mikro yang kemudian berkembang ke segmen mikro.
“Sudah ada ribuan UMKM yang kita bantu naik kelas. Ada 1.625 dari super mikro. Super mikro itu nasabah yang pembiayaannya maksimal Rp 10 juta. Alhamdulillah sudah bisa naik kelas menjadi mikro,” kata Misbahul.
Selain itu, sekitar 17 ribu nasabah UMKM juga disebut telah naik kelas dari segmen mikro ke segmen usaha yang lebih besar.
Dukungan tersebut tidak hanya diberikan melalui pembiayaan, tetapi juga pengelolaan keuangan dan transaksi secara digital. BSI menyediakan sejumlah kanal transaksi bagi nasabah, termasuk aplikasi BYOND by BSI, EDC, QRIS, serta perangkat Soundbox untuk memberikan notifikasi transaksi kepada merchant.
Menurut Misbahul, pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengelola transaksi sekaligus mengembangkan usahanya.
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, BSI International Expo 2026 juga akan menggabungkan unsur business, lifestyle, dan entertainment.
SEVP Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati mengatakan rangkaian acara akan mencakup Event Market, Collab Hub, Fit & Faith, hingga konser musik yang menghadirkan sejumlah artis dan brand populer.
“Brand-brand muslim ternama, halal travel, makanan, minuman, otomotif, tadi juga ada mobil-mobil terbaru yang akan kita launch di sana,” kata Ida.
Selain itu, expo akan menghadirkan sektor properti dan bisnis emas. BSI juga menggandeng sejumlah layanan publik seperti Direktorat Jenderal Imigrasi yang akan membantu kemudahan dalam pembuatan paspor dalam event tersebut.
Ida berharap penyelenggaraan tahun ini tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga menghasilkan dampak bisnis yang lebih konkret bagi peserta dan pelaku usaha.
“Kalau tahun lalu banyak prosesnya hanya sekadar datang untuk audiensi, kemudian trafiknya kita atur. Tetapi tahun ini mudah-mudahan semuanya lebih berdampak dan bisnisnya semakin optimal,” tutur Ida.
